alexametrics

THR Cair, Konsumsi Masyarakat Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

25 Mei 2019, 11:05:35 WIB

JawaPos.com – Konsumsi rumah tangga bakal terdorong pada kuartal II tahun ini. Salah satu faktornya adalah meningkatnya konsumsi secara seasonal karena pada Mei dan Juni merupakan Ramadan dan Lebaran. Kemudian, konsumsi juga meningkat karena THR karyawan rata-rata cair pada Mei dan Juni.

Ekonom DBS Indonesia Maysita Crystallin menyatakan, konsumsi rumah tangga pada kuartal II akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. ’’Konsumsi tumbuh 5,1–5,2 persen saya kira sudah cukup bagus,’’ ujarnya seperti dikutip Jawa Pos, Sabtu (25/5).

Menurut Sita, inflasi secara keseluruhan akan terkendali pada kuartal II tahun ini. Meski permintaan meningkat karena Ramadan dan Lebaran. Hal itu membuat daya beli masyarakat masih bagus.

Kecuali pada beberapa komoditas seperti bawang dan tiket pesawat. Dia memperkirakan ada dorongan yang cukup kuat dari komoditas tersebut kepada inflasi. Secara keseluruhan, masyarakat akan melakukan pembelian karena kebutuhan bahan makanan dan tiket perjalanan tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, 232 pemda sudah membayar THR. Mereka tersebar di 13 provinsi, 182 kabupaten, dan 37 kota. Dana THR yang telah dicairkan mencapai Rp 19 triliun atau 95 persen dari alokasi dana Rp 20 triliun. ’’Kami berharap ada multiplier effect yang dihadirkan dari konsumsi ini. Kalau dia beli makanan dan baju baru, nanti efeknya kepada para produsennya dan perdagangan,’’ kata Ani, sapaan akrabnya.

Selain itu, lanjut dia, hal tersebut bergantung situasi keamanan negara. Ani berharap tidak terjadi lagi kerusuhan maupun kejadian-kejadian yang bisa menahan perputaran uang dari konsumsi rumah tangga. ’’Kami ingin situasi politik tetap kondusif. Sehingga confidence dari konsumen akan tetap terjaga,’’ jelasnya.

Menurut Ani, prospek pertumbuhan ekonomi pada kuartal II ini cukup baik. Selain konsumsi rumah tangga melonjak, aktivitas produksi meningkat karena demand konsumen untuk Lebaran juga naik. Kondisi itu merupakan momentum pertumbuhan ekonomi yang harus dijaga bersama. Jika faktor politik dan keamanan mengganggu, hal tersebut bisa menghambat momentum pertumbuhan ekonomi.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : rin/c15/oki



Close Ads