alexametrics

Tutup Kuartal I-2019, Kredit BNI Tumbuh Jadi Rp 521,35 Triliun

25 April 2019, 08:30:27 WIB

JawaPos.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah menyalukan kredit sebesar Rp 521,35 triliun hingga akhir Maret 2019. Capaian itu tumbuh 18,6% dibading periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 439,46 triliun.

“Kredit tumbuh cukup bagus ditopang oleh penyaluran ke sektor korporasi swasta dan BUMN,” ukar Wakil Dirut BNI Herry Sidharta dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/4).

Hingga Maret 2019, kredit korporasi swasta tercatat sebesar Rp 163,61 triliun atau tumbuh 23,3% YoY, sementara kredit yang disalurkan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat sebesar Rp 105,72 triliun atau tumbuh 26,7% YoY dibanding periode yang sama tahun 2018.

Kedua segmen ini berkontribusi sebesar 51,7% terhadap total Kredit BNI, dengan pembiayaan pada sektor-sektor unggulan, terutama sektor Manufaktur dan Infrastruktur.

Disamping pembiayaan kepada segmen korporasi, penyaluran kredit segmen medium tumbuh 8,4% YoY dari Rp 67,08 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp 72,72 triliun pada Maret 2019. Demikian juga penyaluran kredit segmen Kecil yang meningkat 18,5% YoY dari Rp 57,73 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp 68,42 triliun pada Maret 2019, terutama ditopang pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 30,2% dibandingkan Maret 2018.

Selain ketiga segmen di atas, pertumbuhan kredit BNI juga ditopang oleh meningkatnya penyaluran kredit Konsumer. BNI Fleksi (Payroll Loan) masih menjadi kontributor utama pertumbuhan segmen Konsumer, yaitu meningkat 25,0% YoY dari Rp 19,07 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp 23,85 triliun pada Maret 2019. Penyaluran kredit properti (BNI Griya) masih yang terbesar dari aspek komposisi yaitu 51,8% dari total kredit konsumer, dengan pertumbuhan sebesar 9,4%.

Kemampuan BNI dalam melakukan ekspansi kredit pada tiga bulan pertama tahun 2019 tidak terlepas dari dukungan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun dan tumbuh 16,8% YoY, yaitu dari Rp 492,90 triliun pada akhir Maret 2018 menjadi Rp 575,75 triliun pada Maret 2019.

Pertumbuhan DPK yang berhasil dilakukan pada saat kondisi pasar likuiditas yang sangat ketat dengan rasio dana murah atau CASA dijaga pada level 60,5%, ditopang oleh pertumbuhan Giro sebesar 24,2% YoY; Tabungan 5,1% YoY; dan Deposito 22,5% YoY.

Pertumbuhan penyaluran kredit menjadi penopang kenaikan pendapatan bunga ( interest income ) sebesar 12,1% YoY sehingga Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income / NII) tumbuh dari Rp 8,50 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp 8,86 triliun pada Maret 2019 atau tumbuh 4,3% YoY.

Dengan pertumbuhan NII tersebut dan ditambah oleh peningkatan pendapatan non bunga (Fee Based Income), efisiensi biaya operasional, serta terjaganya kualitas aset, BNI mampu mencatatkan pertumbuhan Laba Bersih sebesar 11,5% YoY dari Rp 3,66 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp 4,08 triliun pada akhir Maret 2019.

Kinerja keuangan BNI tidak terlepas dari pencapaian kinerja perusahaan-perusahaan anak. BNI memiliki 5 perusahaan anak yang meliputi BNI Syariah, BNI Life, BNI Multifinance, BNI Sekuritas, dan BNI Asset Management yang memberikan kontribusi Laba pada Kuartal Pertama Tahun 2019 sebesar Rp 390,31 miliar atau tumbuh 37,6% YoY. Kontribusi itu setara 10,0% dari total Laba Bersih BNI.

Editor : Mohamad Nur Asikin


Close Ads