alexametrics

BI Optimis Volatilitas Rupiah Bisa di Bawah 10 Persen Tahun Ini

25 Maret 2019, 09:36:06 WIB

JawaPos.com – Sepanjang 2018, perekonomian global diwarnai ketidakpastian. Rencana The Fed menaikkan suku bunga acuannya hingga empat kali turut menjadi faktor depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Tahun ini, kondisi ekonomi global diprediksi akan tetap mengalami pertumbuhan, meski melambat. The Fed pun telah memberikan sinyal dovish di tahun ini.

Bank Indonesia (BI) pun optimis jika nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini bisa berada dalam kondisi yang stabil. Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsyah, pihaknya optimis jika tingkat volatilitas rupiah pada 2019 bisa berada di bawah 10 persen.

“Hasil FOMC (Federal Open Market Comittee meeting) sudah berikan sinyal semakin jelas, mereka tidak akan menaikkan suku bunga, setidaknya di tahun ini. Artinya satu faktor global ini sudah jelas akan memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah,” jelas Nanang di Hotel Marriott, Minggu (24/3).

Tidak hanya dari sisi eksternal, kata Nanang, kondisi perekonomian domestik juga ikut memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah. Dia menguraikan, beberapa indikator makro, seperti inflasi yang tetap rendah di bawah 3 persen, bahkan inflasi inti juga berada di kisaran yang sama. Kemudian, dari sisi pertumbuhan ekonomi juga stabil di atas 5 persen.

Untuk defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD), Nanang juga mengaku optimis akan mengalami penurunan di tahun ini. Seperti diketahui, besaran CAD sepanjang tahun lalu cukup tinggi di angka 2,8 persen terhadap PDB. Dengan berbagai faktor pendorong tersebut, pihaknya meyakini jika stabilitas nilai tukar rupiah akan meningkat.

“Jadi dari sisi stabilitas (rupiah) akan lebih baik dari 2018. Oleh karena itu, tingkat volatilitasnya di tahun ini juga turun drastis di bawah 10 persen dibanding tahun lalu,” imbuhnya.

Pengamat Ekonomi INDEF Bhima Yudhistira menambahkan, tingkat volatilitas rupiah tahun ini sangat mungkin mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Namun, dengan sejumlah catatan. Diantaranya, cadangan devisa harus konsisten meningkat di atas USD 127 miliar dari posisi saat ini yang sebesar USD 123 miliar.

“Untuk melakukan stabilisasi rupiah maka cadev ini harus dioptimalkan,” katanya.

Bhima juga menguraikan, masih ada beberapa tantangan di tahun ini. Seperti kinerja ekspor dan pariwsata yang masih sulit diharapkan untuk menjadi penopang devisa. Menurutnya, adanya perang dagang dan perlambatan ekonomi di negara tujuan ekspor harus disiasati bukan hanya dengan instrumen moneter melainkan juga fiskal.

“Karena itu, BI perlu melakukan koordinasi fiskal moneter dengan pemerintah. Jika stabilitas ekonomi terjaga, rupiah akan stabil di level Rp 14.100-14.300,” imbuhnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Sekaring Ratri

BI Optimis Volatilitas Rupiah Bisa di Bawah 10 Persen Tahun Ini