alexametrics

Kuartal I-2019, Laba Bersih BTN Naik 5,67 Persen

23 April 2019, 17:04:48 WIB

JawaPos.com – Perusahaan pelat merah, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat laba bersih sepanjang kuartal I-2019 sebesar Rp 723 miliar. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, kenaikan laba bersih sendiri ditopang pendapatan bunga. Dimana pendapatan bunga sendiri pada tahun ini mencapai Rp 6,42 triliun naik 21,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 5,27 triliun.

“Ini sesuai dengan target yang kita susun per triwulan dalam satu tahun,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Menara BTN, Jakarta, Selasa (23/4).

Maryono mengakui, jika dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan laba bersih relatif melambat dibandingkan tahun lalu. Pada tahun lalu sendiri laba bersih bank BTN tumbuh 15,13 persen.

“Jadi laba triwulan tahun ini lebih rendah dari pada tahun lalu. Terutama diakibatkan net interest income yang tertekan net interest tertekan karena  karena NIM tertekan, NIM tertekan karena cost of Fund kita naik dari pada pendapatan bunga,” tuturnya.

Sementara itu, selama kuartal I-2019 ini mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 242,13 triliun pada triwulan pertama 2019. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 19,57 persen dibandingkan penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) yang hanya sebesar Rp 202,5 triliun.

Menurutnya, angka penyaluran kredit ini masih berada di atas rata-rata industri perbankan pada kuartal I-2019 yang hanya naik sekitar 12 persen yoy data per Februari 2019.

Paparan kinerja keuangan Bank BTN 2019.

“Kita mengawali triwulan I-2019 telah memberikan realisasi penyaluran kredit tumbuh 19,57 persen yoy,” katanya.

Pertumbuhan kredit BTN mendorong kenaikan aset perseroan sebesar 16,47 persen yoy dari Rp 258,73 triliun pada triwulan I-2018 menjadi Rp 301,34 triliun. Sementara untuk dana pihak ketiga atau DPK yang diraih BTN pada triwulan pertama ini tercatat Rp 215,82 triliun atau naik 10,98 persen yoy dari Rp 194,48 triliun di periode yang sama tahu lalu.

“Kami akan terus fokus menghimpun dana masyarakat untuk menopang ekspansi kredit. Penghimpunan dana tersebut juga difokuskan pada peningkatan berbagai produk tabungan dengan cost of fund yang rendah,” pungkasnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Romys Binekasri