alexametrics

BI Umumkan Suku Bunga Acuan Tetap di Angka 5 Persen

23 Januari 2020, 15:09:39 WIB

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini, Kamis (23/1). Salah satu hasil kesimpulan yang diumumkan adalah tetapnya suku bunga acuan BI atau BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Keputusan diambil berdasarkan asesmen serta outlook ekonomi Indonesia yang cukup bagus. Dengan begitu, BI pun memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di angka 5 persen.

“Dalam rapat bulanan awal tahun ini, Dewan Gubernur BI akan mengumumkan beberapa kebijakan moneter. RDG BI pada 22 dan 23 Januari 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 5 persen,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (23/1).

Selain itu, suku bunga deposit pun tetap sebesar 4,25 persen. Kemudian, suku bunga lending facility juga masih ditahan di angka 5,75 persen.

“Kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga serta untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik,” tutur dia.

Sementara itu, kebijakan makro Indonesia yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi khususnya pada sektor-sektor prioritas. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah, namun tetap berdasarkan pada prinsip kehati-hatian.

“Strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung tranmisi bauran kebijakan yang akomodatif,” tambah dia.

Untuk menjaga momentum yang baik ini, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga keuangan terkait guna mempertahankan stabilitas ekonomi. Kemudian untuk mendorong permintaan domestik, meningkatkan ekspor pariwisata, dan aliran masuk modal asing termasuk penanaman modal asing.

“Ke depan BI akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads