alexametrics

Mengintip Pergerakan Saham MTEL yang IPO Hari ini

22 November 2021, 15:21:56 WIB

JawaPos.com – Perusahaan pengelola menara telekomunikasi yang juga anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi emiten ke-41 tahun ini. Dalam debut perdananya, saham tersebut sempat naik 11,25 persen ke Rp890 per lembar saham dari harga penawaran seharga Rp800 per lembar saham.

Namun saat ini, harga saham MTEL masih melemah di posisi Rp 780 atau turun 2,5 persen dengan total nilai transaksi yang jumbo Rp656,64 miliar dan volume perdagangan 819,52 juta saham. Harga saham MTEL lepas pukul 14.30 WIB bahkan turun hingga Rp765 per.

Pelemahan tersebut terjadi karena aksi lego investor asing dengan nilai yang besar pagi tadi. Investor asing melakukan jual bersih Rp163 miliar di pasar reguler. Investor asing melakukan beli bersih Rp122,97 miliar di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengungkapkan, IPO MTEL ini sejalan dengan transformasi yang tengah dilakukan perusahaan induk untuk menjadi digital telco serta memperkuat posisi Mitratel di tengah kehadiran 5G yang dapat menumbuhkan kebutuhan operator akan menara telekomunikasi. “Ini akan menjadi potensi yang baik bagi Mitratel untuk menjadi pemain menara telekomunikasi independen terbesar di Asia Tenggara,” kata Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah secara virtual, Senin (22/11).

Sementara, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan bahwa dana dari hasil penawaran umum perdana (IPO) akan digunakan mengembangkan kompetensi dan kapabilitasnya menjadi perusahaan yang profesional transparan. “Kami pahami perubahan teknologi yang cepat akan mengakselerasi seluruh kompetensi Mitratel baik saat ini maupun waktu mendatang. Hal ini telah dirumuskan dalam bisnis plan yang tak hanya semata-mata pada bisnis menara telekomunikasi, tapi berkembang menjadi infrastructure company yang siap untuk mendukung era 5G dan kelanjutannya,” tuturnya.

Sebagai informasi, anak usaha BUMN yang bergerak di bidang bisnis menara telekomunikasi ini melepas sahamnya melalui sebanyak 23.493.524.800 lembar saham biasa atas nama dengan nilai keseluruhan nilai IPO sebesar Rp18.794.819.840.000. Besaran saham itu dipatok pada harga Rp800 per lembar saham.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads