alexametrics

Masih Tergoda Pinjol Ilegal? OJK Paparkan Kerugiannya

22 Juni 2021, 12:12:46 WIB

JawaPos.com – Perusahaan yang menyediakan pinjaman online (pinjol) atau teknologi finansial (tekfin) secara ilegal masih beredar di masyarakat hingga saat ini. Kemudahan teknologi dan memanfaatkan kesempatan kondisi ekonomi masyarakat yang sulit menjadi strategi pinjol ilegal mendapatkan mangsanya.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing kembali mengaku, pinjol ilegal memang memiliki kemudahan akses sehingga dana akan cair lebih cepat. Namun, pinjol ilegal juga akan membuat hidup menjadi lebih sulit. Sebab perusahaan tersebut tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Cirinya (pinjol ilegal) tidak terdaftar di OJK, kemudian mudah meminjam hanya modal KTP dan foto diri bisa meminjam dan mereka selalu meminta kita mengizinkan data dari kontak HP diakses. Kekuatan dari pinjol ilegal adalah data di HP,” ujarnya dalam webinar seperti dikutip, Selasa (22/6).

Tongam melanjutkan, meskipun dari segi persyaratan sangat mudah yaitu hanya menggunakan kartu identitas KTP dan foto diri, namun besaran dana yang diperoleh dan kewajiban pelunasan sangat tidak manusiawi. Dana yang diberikan cenderung lebih kecil daripada dana yang diajukan. Selain itu, jika tidak dapat membayar maka nasabah akan diteror dan dipermalukan nama baiknya.

“Pinjam Rp 1 juta hanya diberikan Rp 600 ribu. Bunganya dijanjikan 0,5 persen per hari jadi 2,5 persen per hari, jangka waktunya dijanjikan 10 hari jadi 7 hari, kemudian kalau sudah terlambat ada penagihan di teror,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyebut, hingga saat ini banyak masyarakat yang belum mengetahui mana pinjol ilegal dan yang legal. Namun, ada juga masyarakat yang sudah mengetahui pinjol ilegal tetap saja bersedia terjerat karena adanya kebutuhan ekonomi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads