alexametrics

Tips Aman Penyimpanan Dana Buat Kebutuhan Darurat

22 Maret 2019, 10:54:51 WIB

JawaPos.com – Banyak orang yang lalai menyiapkan dana darurat dari perencanaan keuangannya. Padahal, seharusya ini sangat penting dan masuk dalam prioritas. Dana darurat adalah suatu dana terpisah yang khusus disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat, seperti kondisi alat rumah tangga penting rusak dan harus segera mengggantikannya dengan yang baru.

Keadaaan lain yang tak terduga juga seperti terjadinya PHK dari pencari nafkah, kebutuhan biaya karena sakit, biaya bantuan untuk keluarga, dan lain-lain.

Perencana keuangan ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie mengatakan, dana darurat idealnya dikumpulkan setiap bulan dari penghasilan yang diterima. Mudahnya, kita sisihkan setidaknya 5 persen dari gaji untuk dikumpulkan sebagai dana darurat.

Tips Aman Penyimpanan Dana Buat Kebutuhan Darurat
Ilustrasi mengelola dana darurat keluarga sangat penting untuk kebutuhan mendesak (Pixabay.com)

Secara umum, setiap keluarga sebaiknya punya saldo dana darurat sebesar minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Berhubung kebutuhan akan dana darurat berbeda-beda bagi setiap keluarga, maka Anda sebaiknya mengetahui kebutuhan ideal berdasarkan kondisi kehidupan saat ini.

Ada beberapa jenis aset yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyimpan dana darurat. Berikut ini adalah urutan yang ideal untuk menyimpan uang dana darurat.

1. Tabungan

Produk tabungan biasa sangat ideal untuk menempatkan dana darurat karena sangat likuid dan nilainya tidak berfluktuasi. Rendahnya suku bunga bukan menjadi hambatan, karena yang diutamakan adalah akses terhadap dana tunai. Namun, pahami juga agar jumlah dana darurat di tabungan sebaiknya tidak melebihi kebutuhan 3 kali pengeluaran rutin bulanan.

2. Reksa dana pasar uang

Setelah saldo tabungan cukup, sarana penyimpanan dana darurat kedua yang sangat ideal adalah reksa dana pasar uang. Jenis reksa dana ini cukup aman, karena tidak fluktuatif dalam nilai. Sedangkan, secara likuiditas, reksa dana pasar uang sangat mudah untuk dijual kembali.

3. Emas

Apabila jumlah dana masih berlebih, maka setelah tabungan dan reksa dana pasar uang, emas adalah sarana yang cukup ideal untuk menempatkan dana darurat. Emas dalam hal ini disarankan berbentuk logam mulia alias emas batangan. Tujuan penggunaan emas sebagai dana darurat didukung oleh kemampuan emas untuk bertahan sejalan dengan tingkat kenaikan harga alias inflasi. Selain itu, emas juga tergolong cukup likuid apalagi yang berbentuk emas batangan.

4. Deposito

Setelah tabungan dan emas, maka berikutnya adalah deposito yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan dana darurat. Hasil keuntungan setiap bulan dari deposito sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi, melainkan digunakan untuk menambah porsi dana darurat atau dapat juga digunakan untuk investasi di produk keuangan lain.

Apabila deposito dipilih sebagai sarana penyimpanan dana darurat, maka Anda sebaiknya memilih tenor 1 bulan yang diperpanjang secara otomatis.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads
Tips Aman Penyimpanan Dana Buat Kebutuhan Darurat