alexametrics

Pemeliharaan Jalan Nontol Bisa dengan Pembiayaan Syariah

22 Februari 2021, 23:21:42 WIB

JawaPos.com – Selama ini pemeliharaan atau preservasi jalan nasional didanai dengan APBN. Kini pemerintah sudah membuat terobosan dengan melakukan pembiayaan untuk preservasi jalan nasional atau jalan nontol dengan pembiayaan syariah. Contohnya di Jalan lintas timur Sumatera Selatan (Jalintim Sumsel).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan, preservasi Jalintim Sumsel merupakan proyek kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) pertama di sektor jalan nontol di Indonesia yang mendapatkan pendanaan syariah.

“KPBU itu merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk masyarakat melalui proyek infrastruktur,” ujar Luky Alfirman di Jakarta, Senin (22/2). Luky Alfirman dalam kesempatan itu menghadiri acara penyerahan Financial Close Proyek KPBU availability payment (AP) Jalintim Sumsel. Turut hadir dalam acara yang digelar secara virtual dan offline itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, dan investor selaku pihak yang membiayai preservasi jalan tersebut.

Luky Alfirman berharap preservasi jalintim Sumsel itu dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi. Melalui dari peningkatan konektivitas antarwilayah, terutama yang digunakan sebagai jalur logistik, pariwisata, jalan akses ke pelabuhan dan bandara. Dengan kondisi Jalintim Sumsel yang lebih baik lagi bisa berdampak pada penghematan biaya operasional kendaraan (BOK) dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembiayaan pembangunan infastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan dengan APBN. Pihak swasta mendapat kepastian pengembalian (investasi) plus keuntungan adanya availability payment (AP) atau ketersediaan layanan. Dari pihak pemerintah, proyeknya yang dikerjakan diawai oleh banyak pihak.

“Kalau dengan APBN yang mengawasai hanya PUPR. Dengan KPBU ini tercipta tertib admininistrasi dan tertib teknis untuk melayani masyarakat lebih baik,” kata Menteri Basuki.

Menurut Basuki, financial close proyek KPBU Jalintim Sumsel merupakan pencapaian yang sangat baik. Sebab, tahapan financial close dicapai dengan waktu yang relatif cepat, yakni sekitar 6 bulan. “Ini menunjukkan kualitas penyiapan, struktur, dan transaksi proyek yang baik, sehingga dapat memberikan keyakinan bagi perbankan untuk memberikan pembiayaan,” tutur Menteri Basuki.

Basuki menyebut, preservasi Jalintim Sumatera merupakan pilot project infrastruktur nontol dengan skema pembiayaan KPBU. Selanjutnya skema tersebut akan diduplikasi atau penggantian 38 jembatan Callender Hamilton di Pulau Jawa dan pembangunan Jalan Jayapura-Wamena sekitar 50 Km di Provinsi Papua.

Diketahui, proyek preservasi jalintim Sumsel berlangsung pada 3 Agustus 2020 yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian PUPR dengan dengan konsorsium pelaksana proyek. Adapun konsorsium tersebut terdiri atas PT Adhi Karya dan Brantas Abripraya). Proyek itu dijamin oleh PT Penjaminan Infrakstruktur Indonesia (PT PII) sebagai penyedia penjaminan pemerintah pada proyek KPBU.

Sementara pihak yang membiayai proyek senilai Rp 644 miliar itu adalah sindikasi perusahaan yang terdiri atas Bank Syariah Indonesia, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), dan PT Bank Panin Dubai. Lantas, pada 29 Januari 2021 telah terbit surat konfirmasi pemenuhan syarat pencairan fasilitas pembiayaannya. (Financial Close).

Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo menyatakan, pihaknya berperan dalam fasilitas penyiapan proyek dan pendampingan transaksi/Project Development Facility (PDF). Sistem itu merupakan fasilitas PDF pertama di Kementerian PUPR serta penjaminan sehingga proyek tersebut dapat mencapai tahapan Financial Close dengan waktu relatif cepat kurang lebih 6 bulan.

Baca juga: Penjaminan Syariah Bisa Menarik Investor pada Proyek Infrastruktur

“Ini menunjukkan bahwa kualitas penyiapan, struktur, dan transaksi proyek yang baik sehingga dapat memberikan keyakinan bagi perbankan untuk memberikan pembiayaan dalam kurun waktu singkat,” tandasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra




Close Ads