alexametrics

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Mengecewakan, Rupiah Berpotensi Loyo Lagi

22 Januari 2019, 12:04:14 WIB

JawaPos.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) lesu. Dipicu data ekonomi dari Tiongkok yang mengecewakan. Membuat selera terhadap mata uang pasar berkembang menurun.

Ekonomi Tiongkok tumbuh paling lambat dalam hampir tiga dekade. Ekspansi ekonomi kuartal terakhir 2018 tercatat sebesar 6,4 persen dan pertumbuhan satu tahun 6,6 persen. 

Menurut Analis Forex Time Lukman Otunuga, ketegangan dagang yang terus berlanjut memicu kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global, sehingga posisi pasar berkembang tetap rawan merosot.

“Walaupun Rupiah terbantu oleh makroekonomi Indonesia, seperti mata uang pasar berkembang lainnya, Rupiah tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal,” ujarnya Selasa (22/1).

Disisi lain, Lukman juga menyampaikan, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Jepang (BoJ) dijadwalkan menggelar rapat pekan ini. Dua bank sentral ini diprediksi tidak akan mengubah kebijakan, namun petunjuk terbaru dari ECB mungkin berpengaruh terhadap Euro.

“Negara-negara inti Euro mengalami perlambatan signifikan. Jerman dan Italia mungkin sudah memasuki resesi teknis dan ini terjadi di saat ECB mengakhiri program pembelian aset. Prospek ekonomi yang semakin suram dapat menekan ECB mempertahankan suku bunga dalam waktu yang lebih lama,” imbuhnya. 

Dolar stabil karena data produksi AS melampaui ekspektasi. Harapan membaiknya ketegangan dagang AS-Tiongkok mendukung mata uang ini. 

“Walaupun Dolar memiliki ruang untuk menguat daalam waktu jangka pendek, peningkatan tetap terbatas oleh ekspektasi bahwa Fed akan menghentikan dahulu kenaikan suku bunga di tahun ini,” tuturnya.

Rupiah berpotensi dipengaruhi oleh performa Dolar dan perkembangan situasi perdagangan pada awal pekan ini karena tidak ada rilis ekonomi penting dari Indonesia.

“Para trader teknikal akan terus mengamati bagaimana dolar terhadap rupiah bereaksi di atas 14.200. Penutupan harian di atas level ini dapat memberi pertanda peningkatan lebih lanjut menuju 14.315,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Romys Binekasri

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Mengecewakan, Rupiah Berpotensi Loyo Lagi