alexametrics

Reksadana dan Saham Jadi Pilihan Utama Perusahaan Asuransi

21 November 2019, 16:00:59 WIB

JawaPos.com – Membaiknya perekonomian memberikan dorongan optimisme bagi industri asuransi.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memproyeksikan total dana asuransi yang diinvestasi pada sejumlah instrumen investasi mencapai Rp 561,65 triliun pada 2020. Perkiraan itu berdasarkan pemasukan dari reksadana dan saham yang bertumbuh 6,8 persen tahun depan.

“Total aset asuransi jiwa di tahun 2020 akan bertumbuh 8 persen, sedangkan total investasi akan bertumbuh sekitar 7 persen (YoY) dari proyeksi di 2019 sebesar Rp 523,74 triliun menjadi Rp 561,65 triliun,” ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Yanes Matulatuwa dalam acara Insurance Outlook 2020 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (21/11).

Investasi yang masuk ke produk asuransi jiwa pada kuartal ketiga mengalir untuk reksadana sebesar Rp 165 triliun, untuk instrumen saham Rp 148,55 triliun, investasi pada instrumen surat berharga negara sebesar Rp 73,89 triliun. Kemudian, untuk deposito Rp 35,13 trilun, sukuk korporasi Rp 32,36 triliun, lalu sisanya mengalir untuk bangunan, tanah serta penyertaan langsung.

Saat ini, total aset asuransi di 2019 diperkirakan mencapai Rp 609,02 triliun dan pada akhir 2020 akan bertumbuh 8,08 persen menjadi Rp 662,61 triliun. “Memang, catatan dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan total aset dan dan total investasi bertumbuh 10 persen per tahun. Asuransi jiwa pertumbuhannya agak flat dan kurang stabil,” tambahnya.

Ia berkata bahwa pasar modal lebih banyak disuntik dari investasi asuransi, terutama dari instrumen saham dan reksadana. Pada kuartal ketiga 2019, diketahui bahwa total investasi untuk produk asuransi jiwa sebesar Rp 476,93 triliun.

“Investasi ke saham sebesar 30 persen dan ke reksa dana sekitar 30-35 persen. Untuk ke depannya (2020), sepertinya porsinya masih akan sama seperti itu,” katanya.

Data hasil riset AAJI, pada triwulan ketiga 2019, perusahaan asuransi jiwa sebanyak 60 perusahaan. Berasal dari, 36 perusahaan nasional dan 24 perusahaan patungan.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads