JawaPos Radar

Mau Tahu Utang Luar Negeri Indonesia, Segini Totalnya Hingga Juni 2018

21/08/2018, 11:03 WIB | Editor: Mochamad Nur
Mau Tahu Utang Luar Negeri Indonesia, Segini Totalnya Hingga Juni 2018
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.con - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2018 sebesar USD 355,7 miliar atau Rp 5.181 triliun (kurs hari ini Rp 14.568). ULN tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 179,7 miliar, serta utang swasta sebesar USD 176,0 miliar.

ULN Indonesia pada akhir triwulan II 2018 tersebut tercatat tumbuh 5,5 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 8,9 persen (yoy).

"Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN baik di sektor pemerintah maupun sektor swasta," tulis keterangan tertulis BI dikutip JawaPos.com dari laman resminya, Selasa (21/8).

Posisi ULN Pemerintah pada akhir triwulan II 2018 turun dibandingkan posisi ULN pada akhir triwulan I 2018. Hal itu dipicu karena adanya net pelunasan pinjaman dan SBN domestik yang dibeli kembali oleh investor domestik.

Menguatnya dolar AS dan ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok turut memengaruhi fluktuasi di pasar SBN domestik. "Namun, pengelolaan fiskal oleh Pemerintah mampu meredam tekanan global tersebut," tuturnya.

Di samping itu, Pemerintah menargetkan pemenuhan pembiayaan APBN lebih banyak bersumber dari pasar domestik. Dengan perkembangan tersebut, ULN Pemerintah pada akhir triwulan II 2018 tumbuh 6,1 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan I 2018 sebesar 11,6 persen (yoy) menjadi sebesar USD 176,5 miliar, yang terbagi dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) milik non-residen sebesar USD 122,3 miliar dan pinjaman dari kreditur asing sebesar USD 54,2 miliar.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada triwulan II 2018 masing-masing tercatat sebesar 1,1 persen (yoy) dan 16,1 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.

Untuk pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2 persen, relatif sama dengan pangsa pada triwulan sebelumnya.

Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan II 2018 yang stabil di kisaran 34 persen. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers.

Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir triwulan II 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,6 persen dari total ULN.

"Bank Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up