JawaPos Radar

Soal 'Flashback' Krisis Moneter 98

INDEF: Fundamental Ekonomi Indonesia Sangat Kuat Saat Ini

21/03/2018, 15:40 WIB | Editor: Mochamad Nur
INDEF: Fundamental Ekonomi Indonesia Sangat Kuat Saat Ini
Ilustrasi penukaran uang di sebuah money changer (DOK. ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)
Share this image

JawaPos.com - Tahun 1998 dan 2008 menjadi tahun terberat dalam perekonomian Indonesia karena pada tahun itu sektor keuangan Indonesia mengalami guncangan yang cukup berat.

Pada 1998, guncangan perekonomian di Thailand terus merembet ke kawasan regional Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia. Saat itu, nilai tukar rupiah yang awalnya berada di kisaran Rp 3.000 per USD ambruk dan terus melemah ke kisaran di atas Rp 15.000 per USD.

Saat itu, utang luar negeri jangka pendek swasta Indonesia terbilang cukup. Derasnya permintaan USD dan minimnya cadangan devisa menyebabkan nilai tukar rupiah terjungkal oleh keperkasaan dollar Amerika Serikat (USD).

"(Tahun) 1997-1998 kita menghadapi krisis ekonomi yang sumbernya berasal daru Thailand, tapi berdampak ke ekonomi kita yang cukup lama. Bahkan bath sudah recovery dua tiga tahun, tapi kita dampaknya sampai 10 tahun. Mungkin sampai sekarang masih terasa," kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Enny Sri Hartati di kantornya, Rabu (21/3).

Satu dekade kemudian, atau tepatnya pada tahun 2008 ekonomi dunia, termasuk dunia kembali terguncang. Sumbernya dari sektor properti AS yang mengalami masalah. Jatuhnya perekonomian AS menyebabkan kalangan investor menarik dananya di luar negeri ke dalam AS dan menyebabkan jatuhnya nilai mata uang dunia, termasuk Indonesia.

Satu dekade berikutnya, atau tepatnya tahun ini, banyak yang bertanya akankah krisis itu kembali terjadi atau tidak. Enny menegaskan bahwa fundamental sektor keuangan dalam negeri Indonesia dalam taraf yang sehat.

Dia optimis, krisis satu dekade sebelumnya tidak akan terulang. Lain halnya pada 2008 lalu, dimana saat itu fundamental keuangan dalam negeri memang tidak sedang sehat.

"Sejumlah indikator kinerja sektor keuangan, terutama perbankan relatif sehat saat ini, meski NPL sedikit naik. Tapi overall tingkat kesehatan sektor perbankan relatif sehat dan fundamental perekonomin sangat baik," pungkasnya. 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up