alexametrics

Pendalaman Pasar Keuangan, Dana Kelolaan ETF Tumbuh Pesat

20 November 2019, 18:57:30 WIB

JawaPos.com – Pendalaman pasar lewat menerbitan sejumlah instrumen baru terus dilakukan pelaku pasar. Salah satu instrumen yang banyak diminati pelaku pasar baik institusi maupun perorangan adalah instrumen Exchange Traded Fund (ETF) dengan total dana kelola hingga pertengahan November mencapai Rp 15 triliun.

Terkait dengan pendalaman pasar keuangan, sekuritas PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) menggelar Indonesia ETF Conference 2019 dengan mengusung tema “Investment Revolution 4.0: Riding The Waves of Optimism” di The Ritz-Carlton Jakarta, Rabu (20/11).

“Tema revolusi investasi 4.0 sesuai dengan era perkembangan industri dimana seluruh industri dituntut untuk dapat terus bertransformasi dan berinovasi dalam pengembangan bisnis, tidak terkecuali pasar modal Indonesia,” tandas Direktur Utama IndoPremier Sekuritas, Moleonoto The.

Indonesia ETF Conference 2019 menjadi salah satu cara dari komitmen IndoPremier sebagai Dealer Partisipan untuk terlibat bersama-sama dengan regulator dan pelaku pasar untuk terus berinovasi dalam pengembangan produk dan teknologi di pasar modal, khususnya produk ETF (Exchange Traded Fund) dan mengenalkan produk ini secara lebih luas kepada seluruh investor di Indonesia.

Sejak diluncurkan pertama kali atas inisiatif PT Indo Premier Sekuritas pada 18 Desember 2007 lalu, produk ETF telah berkembang dengan baik. Ini dapat dilihat dari data AUM produk ETF yang pada awal pencatatan sebesar Rp 557 miliar, namun saat ini telah mencapai Rp 15,2 triliun.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi menyambut baik terselenggaranya konferensi yang membahas upaya mengembangkan produk Pasar Modal ETF di era revolusi industri 4.0.

“ETF merupakan salah satu produk investasi yang banyak diminati oleh investor retail dan institusional karena return yang ditawarkan dan keunggulan lainnya sebagai alat investasi yang efisien dan praktis,” tegasnya

Di kawasan ASEAN, saat ini Indonesia menempati posisi pertama dari sisi jumlah produk ETF berbasis local index, sedangkan dari sisi total jumlah produk ETF, Indonesia menempati posisi kedua setelah Singapura yang memiliki 51 ETF.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sujanto mengakui industri pengelolaan investasi memang terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2015-2019), total dana kelolaan di industri pengelolaan investasi, meningkat hampir 2 (dua) kali lipat (96,6 persen), dari Rp 414 Triliun di awal tahun 2015 menjadi Rp 814 Triliun per 14 November 2019.

Sebagian besar kenaikan tersebut disebabkan oleh produk reksa dana, dimana dana kelolaan Reksa Dana telah tumbuh lebih dari 2 (dua) kali lipat, yaitu dari Rp 242 Triliun pada awal Tahun 2015 menjadi Rp 551 Triliun per 14 November 2019. Begitu juga dengan jumlah produk reksa dana yang telah bertambah sebanyak 1.270 produk dari 895 pada awal tahun 2015 menjadi 2.165 per tanggal 14 November 2019.

“Sejalan dengan pertumbuhan reksa dana, produk ETF bertumbuh cukup signifikan dalam kurun waktu yang sama. Dana kelolaan ETF meningkat lebih dari 4 (empat) kali lipat, dari hanya Rp 2,6 Triliun pada awal tahun 2015 menjadi Rp 15 Triliun per 14 November 2019,” tandasnya.

Jumlah produk ETF pun telah bertambah sebanyak 26 produk, yaitu dari hanya 7 produk pada awal tahun 2015 menjadi 33 produk per 14 November 2019. Variasi produk ETF pun semakin beragam dimana produk ETF tidak hanya dikelola secara pasif dengan mengikuti indeks tetapi juga dikelola secara aktif sesuai dengan strategi masing-masing Manjer Investasi.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads