JawaPos Radar

BI Rate Diacuhkan Pasar, Rupiah Jeblok Ke 14.500

20/07/2018, 09:58 WIB | Editor: Mochamad Nur
BI Rate Diacuhkan Pasar, Rupiah Jeblok Ke 14.500
Ilustrasi mata uang rupiah dan dollar AS. (DOK.JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) anjlok dan akhirnya menembus level terdalam diposisi Rp14.500-an per USD. Cara Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan nampaknya tidak ampuh membuat Rupiah stabil.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (20/7) pukul 09.35 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 28 poin atau 0,19 persen ke level Rp14.442 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.126 per USD-Rp14.453 per USD.

Sementara itu, Yahoofinance mencatat Rupiah melemah 55 poin atau 0,38 persen menjadi Rp14.525 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.468 per USD hingga Rp14.425 per USD.

BI Rate Diacuhkan Pasar, Rupiah Jeblok Ke 14.500
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (DOK.JAWAPOS.COM)

Data patokan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah masih diperdagangkan di level Rp14.018 per USD, melemah 12 basis poin dibanding kurs tengahs sehari sebelumnya di level Rp 14.406 per USD.

Menurut analis AAEI Reza Priyambada, masih melemahnya rupiah seiring imbas kenaikan dolar paman Sam yang masih merespon pidato Powell akan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang stabil.

“Meskipun di sisi lain ia tidak menyampaikan secara detil kebijakan moneter The Fed ke depannya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/7).

Sementara dari dalam negeri, kata Reza, ditahannya level suku bunga Bank Indonesia di level 5,25 persen tampaknya tidak banyak membantu Rupiah untuk bergerak menguat.

Seperti diketahui, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Juli 2018 yang memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 5,25 persen dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,50 persen, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,00 persen.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up