alexametrics

Proses Bank Saat Akan Menyita Aset Anda

20 April 2019, 19:31:01 WIB

JawaPos.com – Mengajukan pinjaman bank menjadi pilihan banyak orang, terutama mereka yang menginginkan proses pengajuan yang cepat dan mudah. Selain pengajuan pinjaman dengan agunan, produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) merupakan salah satu jenis pinjaman yang paling banyak diminati masyarakat.

Sistemnya dianggap praktis dan mudah untuk diakses, meskipun pada dasarnya KTA justru menerapkan sejumlah bunga pinjaman yang sangat tinggi. Bank tentu memiliki kebijakan tersendiri terkait penerapan bunga ini, mengingat tingkat pengembalian KTA juga memiliki risiko yang cukup tinggi.

Lalu, bisakah bank melakukan penyitaan aset jika pinjaman ini macet dan kapan bank akan melakukan penyitaan tersebut?

Bank akan Menyita Aset Bila?

Jika pembayaran pinjaman Anda mengalami penunggakan, maka jelas pihak bank akan melakukan penyitaan terhadap aset yang Anda punya. Namun hal ini tentu tidak dilakukan dengan serta merta sesaat setelah Anda menunggak cicilan, sebab bank juga memiliki prosedur terkait dengan sistem penyitaan ini.

Selain itu, aset yang disita juga akan disesuaikan dengan nilai utang Anda, sehingga Anda tidak akan dirugikan. Sebagai debitur, Anda juga akan menerima surat pemberitahuan terlebih dahulu, termasuk kunjungan dari pihak bank sebelum akhirnya dilakukan penyitaan.

Nah, jika kebetulan Anda punya urusan dengan masalah perbankan, ketahui prosedur penyitaan aset yang dilakukan oleh bank terkait pembayaran pinjaman macet seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Surat Pemberitahuan Keterlambatan Pembayaran

Bank sudah memiliki sistem yang akurat, sehingga tidak dengan serta merta melakukan penyitaan tanpa adanya laporan yang jelas terkait dengan penunggakan yang dilakukan oleh nasabahnya.

Di saat Anda melakukan keterlambatan pembayaran dan melampaui tanggal jatuh tempo, maka:

• Keesokan harinya sistem akan segera mencetak laporan keterlambatan tersebut melalui komputer admin. Hal ini biasanya berjalan otomatis, di mana nama para debitur yang menunggak akan masuk laporan dan menunggu proses penanganan selanjutnya.

• Laporan keterlambatan ini akan diteruskan ke credit admin dan bagian marketing untuk proses selanjutnya. Di sana, laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan cara pemberitahuan keterlambatan pembayaran, baik itu melalui sambungan telepon ataupun surat keterlambatan pembayaran.

• Dalam masa 1 bulan pertama penunggakan ini, pihak bank akan mengirimkan 1 kali surat pemberitahuan penunggakan pembayaran dan melakukan sambungan melalui telepon setiap minggu (1 kali seminggu).

• Namun jika kedua langkah di atas tetap diabaikan dan belum ada niat baik dari debitur untuk melakukan pelunasan, maka pihak bank akan mengirimkan surat peringatan. Surat teguran ini biasanya berisi peringatan yang lebih keras dari surat pemberitahuan sebelumnya.

• Bukan hanya itu saja, pengiriman surat teguran ini juga dibarengi dengan kedatangan pegawai bank secara langsung ke kediaman debitur. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak bisa berkomunikasi langsung dan menyelesaikan masalah penunggakan tagihan tersebut. Langkah ini biasanya dilakukan setelah 1 bulan pengiriman surat pemberitahuan awal, di mana pihak bank akan mendatangi debitur setiap minggunya (1 kali seminggu). Dalam tahap ini masih dimungkinkan adanya diskusi terkait dengan pelunasan hutang yang tertunggak tersebut.

2. Pengiriman Surat Peringatan

Jika sudah melewati tenggat waktu yang ditetapkan oleh pihak bank setelah pengiriman surat teguran, tetapi pihak debitur belum memberikan respons baik, maka:

• Bank akan segera mengirimkan Surat Peringatan (SP). SP ini berisi teguran yang lebih keras dan di saat bersamaan pihak bank juga akan menurunkan status kredit debitur tersebut menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Surat ini akan dikirimkan sebanyak 3 kali berturut-turut selama 3 minggu.

• SP – 1 biasanya akan dikirimkan dan berisi tentang penurunan status kredit debitur yang berubah menjadi kurang lancar dan sedang dalam perhatian khusus.
• Bila selama seminggu tidak ada respons baik, maka pihak bank akan kembali mengirimkan SP – 2 yang berisi penurunan status kredit debitur dari kurang lancar menjadi status kredit yang diragukan.

• Jika SP – 2 ini juga tidak digubris oleh debitur, maka pihak bank akan mengirimkan kembali SP – 3 yang memuat status debitur menjadi kredit macet.

3. Tindakan Penyitaan Aset

Setelah dua tahap di atas dilalui dan pihak debitur masih saja mengabaikan semua surat peringatan yang sudah dikirimkan oleh bank, maka pihak bank akan melakukan tindakan tegas kepada debitur, yakni dengan melakukan penyitaan aset.

Hal ini dilakukan untuk mengamankan aset sebagai jaminan atas utang yang belum dilunasi oleh debitur. Tindakan ini pada dasarnya bukanlah penyitaan, namun bentuk pengamanan yang dilakukan oleh pihak bank terhadap aset, di mana aset tersebut akan diawasi hingga proses pelunasan utang debitur bisa terlaksana dengan baik.

Pertimbangkan dengan Matang sebelum Mengajukan Pinjaman

Mengajukan pinjaman ke bank memang bisa saja menjadi solusi bagi masalah keuangan, namun bisa juga menjadi masalah di dalam keuangan itu sendiri di masa yang akan datang. Pastikan Anda selalu cermat dan merencanakan pengajuan pinjaman Anda dengan matang, sehingga kelak Anda tidak mengalami masalah dalam pelunasan. Kegagalan pembayaran seperti ini bisa berakibat fatal dan membuat aset Anda disita oleh pihak bank.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Uji Sukma Medianti



Close Ads