alexametrics

Ketua OJK Rayu Investor Inggris Agar Berinvestasi di Pasar Modal Indonesia

20 April 2019, 20:00:19 WIB

JawaPos.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso merayu investor Inggris dalam Indonesia Executive Forum 2019 di London, Inggris Raya.

Kali ini, Wimboh menyasar investasi sektor pasar keuangan Indonesia. Forum tersebut dihadiri oleh puluhan investor dan direktur kawakan Inggris yang penyelenggaranya adalah Young Indonesian Professionals’ Association (YIPA) Inggris Raya.

Wimboh menuturkan, setidaknya OJK memiliki tiga inisiatif dalam mengembangkan pasar modal di Indonesia. Pertama, mendorong penerbitan instrumen pasar modal yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

“Seperti Green Bonds / Green Sukuk, dengan potensi penerbitan hampir mencapai USD 4 miliar,” terangnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (20/4).

Kedua, memfasilitasi pembiayaan 31 proyek pembangunan infrastruktur, dengan pembiayaan skema blended finance dengan total nilai hampir USD 2,5 miliar.

Ketiga, merealisasikan potensi penerbitan muncipal bonds/obligasi daerah dengan nilai mencapai USD 8,7 miliar di kurang lebih 10 provinsi di Indonesia.

Ia juga meyakinkan para investor di Inggris bahwa Indonesia dalam kondisi ekonomi yang baik. Dengan pertumbuhan paling tinggi ke-3 diantara negara-negara G20 setelah India dan Tiongkok, membuktikan bahwa Indonesia memilki fundamental ekonomi makro yang solid.

“Indonesia pun mampu keluar dari tekanan dinamika global dari normalisasi suku bunga dan tensi perang dagang AS Tiongkok” kata Wimboh.

Disamping itu, Wimboh juga melaporkan kepada para investor bahwa sejak awal 2019 nilai tukar IDR mulai stabil dan kinerja IHSG terus meningkat bersamaan dengan masuknya modal asing seiring positifnya persepsi investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia. Adapun, tingkat inflasi Indonesia stabil dan cukup rendah yang berada di level 2,48 persen pada Maret 2019.

“Stabilitas dan kinerja sektor jasa keuangan terjaga dengan baik, dengan didukung tingkat permodalan dan likuiditas yang memadai” kata Wimboh.

Terakhir, Wimboh juga menyinggung soal pesatnya perkembangan teknologi keuangan (fintech) di Indonesia mempunyai daya tarik tersendiri bagi investor global. Diantaranya melalui digitalisasi produk dan layanan keuangan yang ditawarkan lembaga jasa keuangan.

Hal itu menjadi menarik lantaran banyak memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi, kemudahan, dan jangkauan nasabah yang lebih luas.

“Dengan potensi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia yang begitu besar, OJK mengundang investor asing untuk berperan aktif di beberapa inisiatif OJK dalam membangun pasar modal Indonesia,” terangnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Uji Sukma Medianti



Close Ads