alexametrics

Risiko Debitur Masih Tinggi, Lembaga Keuangan Perlu Berhati-hati

19 Maret 2019, 15:32:35 WIB

JawaPos.com – PT Pefindo Biro Kredit menyampaikan, lembaga keuangan tahun ini harus tetap berhati-hati dalam memberikan penyaluran kredit atau pinjaman kepada para nasabahnya. Hal tersebut guna mengantisipasi rasio kredit macet (nonperforming loan/NPL) menjadi meningkat.

Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu mengatakan, jika dilihat sepanjang 2018 lalu, debitur nasabah baik secara personal maupun korporasi dalam kategori yang seimbang antara risiko tinggi (high risk) dan juga risiko rendah (low risk).

Menurutnya, kondisi demikian masih bisa terjadi, bahkan cenderung lebih besar yang high risk, sekalipun itu musiman. Untuk itu, perbankan tetap harus mewaspadai profil debitur yang seperti itu.

Menurut data yang dicatat Pefindo Biro Kredit, di kuartal I-2018 kategori low risk yang tertinggi sebesar 50 persen, lalu high risk sebesar 44 persen, dan moderat 12 persen. Meski sepanjang tahun stagnan, tren yang high risk memang mulai menurun.

“Sementara di kuartal IV-2018 itu untuk high risk 40 persen, low risk 43 persen dan moderate di angka 18 persen. Tapi itu musiman. Jadi masih ada potensi yang high risk itu meningkat,” ujarnya di Pasific Place Jakarta, Selasa (19/3).

Yohanes menjabarkan, selama ini untuk debitur yang memiliki kategori high risk itu dipengaruhi oleh tiga hal. Seperti, memiliki masalah tunggakan. Dalam hal ini, penilaian buruk terjadi jika debitur meninggal selama 3 bulan.

“Mayoritas tunggakan lebih dari 90 hari atau sudah write-off (bad debt),” tuturnya.

Yohanes menuturkan, risiko penilaian debitur berpengaruh pada kemampuan pembayaran utang. Pasalnya, semakin konsisten debitur membayar uutang maka penilaiannya semakin baik.

“Makanya harus diantisipasi (high risk). Dan biasanya mereka itu ciri-cirinya, selalu terlambat membayar cicilan, kemudian agresif banyak utang di mana-mana, sehingga banyak cicilan. Ini yang memengaruhi mereka menjadi high risk,” tandasnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Romys Binekasri

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Risiko Debitur Masih Tinggi, Lembaga Keuangan Perlu Berhati-hati