JawaPos Radar

Sambut Awal Pekan, Laju IHSG Diharapkan Bisa Bangkit Kembali

19/02/2018, 07:51 WIB | Editor: Mochamad Nur
Gedung Bursa Efek Indonesia
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (DOK.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Share this image

JawaPos.com - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diharapkan dapat melanjutkan penguatannya ditopang aksi beli investor. Meskipun demikian, penguatan tersebut perlu diuji ketahanannya untuk mempertahankan tren kenaikan.

“Diharapkan, aksi beli ini masih dapat berlanjut sehingga kenaikan ini dapat bertahan,” kata Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, Senin (19/2).

Menurutnya, IHSG sempat menguat di awal sesi akhir pekan lalu seiring imbas penguatan sebelumnya. Namun, pergerakan IHSG jelang Libur Imlek cenderung berada di zona merah.

“Pelaku pasar memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk melakukan aksi ambil untung jelang libur panjang,” tuturnya.

Adapun rilis kenaikan ekspor Indonesia pada Januari kurang kuat mempertahankan laju IHSG di zona hijau dan tidak mampu menghalau adanya aksi jual dari para pelaku pasar.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Januari 2018 sebesar USD 14,46 miliar atau naik 7,86 persen dibanding Januari tahun sebelumnya yang sebesar USD 13,4 miliar. Namun, pencapaian ini lebih rendah 2,81 persen dibandingkan ekspor pada Desember 2017.

Dari informasi yang diperoleh, hal ini disebabkan oleh penurunan beberapa harga komoditas seperti harga kopra dan minyak kernel.

Akan tetapi, terdapat peningkatan harga seperti batu bara dan nikel. Di sisi lain, meski terjadi kenaikan ekspor, neraca perdagangan Januari 2018 tercatat defisit USD 0,68 miliar yang dipicu oleh defisit sektor migas sebesar USD 0,86 miliar, walaupun neraca perdagangan sektor nonmigas surplus USD 0,18 miliar

Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran batas bawah (support) 6.554-6.578 dan batas atas (resisten) 6.614-6.621. Kenaikan yang terjadi sebelumnya tertahan dengan adanya candle merah yang mengindikaskan adanya potensi pembalikan arah jika sentimen yang ada kurang kuat mempertahankan laju IHSG.

“Tetap waspadai masih adanya aksi-aksi profit taking yang dapat membuat IHSG tertahan kenaikannya,” tandasnya.

(ce1/mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up