Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juli 2019 | 00.30 WIB

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Rp 2 Triliun

Virdita/Jawa Pos - Image

Virdita/Jawa Pos

JawaPos.com - Kebutuhan pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera di Indonesia masih tinggi. PT Permodalan Nasional Madani (Persero) pun diusulkan mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) dalam RAPBN 2020 senilai Rp 2 triliun guna mendorong peningkatan penyaluran pendanaan ke masyarakat prasejahtera.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Arief Mulyadi mengatakan, perseroan menargetkan peningkatan jumlah nasabah Mekaar hingga 6 juta, dengan plafon pembiayaan total sekitar Rp 13,5 triliun hingga Rp 14 triliun pada 2019. Mekaar merupakan sebuah program milik PNM, berupa layanan pinjaman modal untuk perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

"Jadi, memang kami membutuhkan tambahan dorongan modal yang kuat. Permintaan dari nasabah juga cukup besar," katanya, Rabu (17/7).

Dia mengatakan, kebutuhan pendanaan masyarakat golongan prasejahtera di Indonesia memang tinggi. Buktinya, pada awal tahun, PNM hanya menargetkan jumlah nasabah Mekaar sebanyak 4,5 juta hingga akhir 2019 dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 10 triliun.

Tetapi, hingga sekarang jumlahnya telah mencapai 4,833 juta nasabah yang mayoritas berasal dari ibu-ibu prasejahtera. Hingga Juni 2019, PNM telah menyalurkan pembiayaan Rp 9,73 triliun.

Dana itu terdiri atas sebanyak Rp 7,7 triliun buat nasabah Mekaar dan Rp 1,9 triliun buat nasabah ULaMM. ULaMM atau Unit Layanan Modal Mikro milik PNM merupakan layanan pinjaman modal untuk usaha mikro dan kecil, baik perorangan maupun badan usaha, dengan pembiayaan langsung.

PNM ULaMM dilengkapi dengan pelatihan, jasa konsultasi, pendampingan, serta dukungan pengelolaan keuangan dan akses pasar bagi nasabah. Arief menuturkan, sebenarnya jumlah nasabah Mekaar masih sedikit dibandingkan dengan jumlah masyarakat prasejahtera di Indonesia.

Mengacu data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) jumlah masyarakat prasejahtera di Indonesia mencapai 22 juta keluarga. "Jadi, memang masih jauh dibandingkan jumlah penerima manfaat Mekaar, sehingga masih relevan lah. Harapan kami Mekaar juga bisa membantu," terangnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore