JawaPos Radar | Iklan Jitu

BI Sebut Tumbuh Melambat

Mau Tahu Utang Indonesia Hingga September 2018, Segini Nih Nilainya!

17 November 2018, 12:02:51 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Mau Tahu Utang Indonesia Hingga September 2018, Segini Nih Nilainya!
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (BI) (DOK.JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) kembali mengumumkan Utang Luar Negeri Indonesia baik pemerintah maupun swasta. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan III-2018 sebesar USD 359,8 miliar atau sebesar Rp 5.397 triliun (kurs Rp 15.000).

ULN itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 179,2 miliar, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar USD 180,6 miliar. ULN Indonesia pada akhir triwulan III-2018 tersebut tumbuh 4,2 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,7 persen (yoy).

Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN pemerintah, di tengah meningkatnya pertumbuhan ULN swasta. Demikian dikutip dari laman resmi Bank Indonesia (BI), Sabtu (17/11).

Mau Tahu Utang Indonesia Hingga September 2018, Segini Nih Nilainya!
Ilustrasi penukaran mata uang asing di money changer (DOK.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

Posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan III 2018 tercatat 176,1 miliar dolar AS atau tumbuh 2,2 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,1 persen (yoy).

Selain tumbuh melambat, posisi ULN Pemerintah tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan II 2018 karena turunnya posisi Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki oleh investor asing. Hal ini turut dipengaruhi oleh kondisi pasar SBN dalam negeri yang terimbas tingginya ketidakpastian global.

Sementara itu, posisi ULN swasta pada akhir triwulan III 2018 tumbuh 6,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,8 persen (yoy). ULN swasta tersebut terutama dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian.

Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,7 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan pangsa pada triwulan sebelumnya.

BI mengklaim perkembangan ULN Indonesia tetap terkendali. Hal itu tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan III 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34 persen. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,8 persen dari total ULN.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up