JawaPos Radar

Normalisasi Kebijakan Bank Sentral AS Masih Jadi Ancaman Bagi Rupiah

17/08/2018, 14:24 WIB | Editor: Mochamad Nur
Normalisasi Kebijakan Bank Sentral AS Masih Jadi Ancaman Bagi Rupiah
Ilustrasi mata uang Dolar AS dan Rupiah ()
Share this image

JawaPos.com - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kamis (16/8) kemarin di Komplek DPR, Jakarta. RAPBN 2019 disampaikan di tengah situasi ekonomi yang menghadapi berbagai tantangan dan tekanan, namun tetap memancarkan optimisme dan harapan akan pencapaian yang lebih baik.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, ke depan, masih ada banyak tantangan makroekonomi yang perlu dihadapi pemerintah. Tantangan itu, perlu diantisipasi dengan baik agar tetap bisa menjaga fundamental ekonomi dalam negeri.

“Normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat masih menjadi ancaman bagi Rupiah. Di sisi lain, kenaikan harga minyak dan ancaman perang dagang akan menambah beban defisit berjalan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/8).

Oleh karena itu, dirinya mendorong pemerintah agar lebih percaya diri dalam menciptakan stabilitas untuk rupiah. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan menjaga defisit dalam APBN 2019.

“Namun (pemerintah) juga harus menciptakan optimisme ekonomi di masa mendatang, di samping perlunya melanjutkan kebijakan “pro poor” yang selama ini mampu mengurangi kemiskinan maupun kesenjangan secara efektif,” kata dia.

“Lugasnya, seraya tetap optimistik, kita harus terus waspada atas dinamika ekonomi yang terjadi,” tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up