alexametrics
Gaet Dana Publik Rp 350 Miliar

Klub Sepak Bola Bali United Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

17 Juni 2019, 13:46:32 WIB

JawaPos.com – Klub sepakbola Bali United milik PT Bali Bintang Sejahtera Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/6). Bali United yang menjadi perusahaan publik ke-632 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi klub sepakbola di Asia Tenggara pertama yang telah Go Public.

Emiten berkode BOLA ini melepas sebanyak 2 miliar saham atau setara dengan 33,33 persen saham pada harga penawaran perdana yang ditetapkan sebesar Rp 175 per saham. Lewat penawaran umum perdana ini, klub berjuluk Serdadu Tridatu Jalak Bali berhasil membukukan dana murah sebesar Rp 350 miliar.

Direktur Utama PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, Yabes Tanuri mengatakan antusiasme pelaku pasar selama masa penawaran umum perdana yang dimulai dari 10-12 Juni sangat besar. Saham BOLA tak hanya diminati oleh investor pasar modal saja, melainkan juga para pendukung dan fans Bali United.

Klub Sepak Bola Bali United Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia
Kemeriahan pencatatan saham Perdana Klub Sepak Bola Bali United di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (17/6) ( Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

“Mereka begitu antusias untuk memiliki dan menjadi pemegang saham, sehingga terjadi kelebihan permintaan (oversubsribed) sampai dengan kurang lebih 110 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat,” kata Yabes di Gedung BEI, Jakarta, Senin (17/6).

Ia menyatakan terharu dengan antusiasme pendukung Bali United yang begitu besar untuk ikut memiliki Bali United. Salah satu pendukung, kata Yabes, bahkan sampai rela memecahkan celengan yang telah di tabungnya untuk ikut memiliki saham klub Bali United.

“Jadi itu (supporter) datang dari Jakarta-Surabaya ada yang bela-belain pecahin celengan. Dan itu menurut saya fanatisme supporter,” katanya.

Sebagai pionir klub sepakbola Indonesia yang melantai di BEI, pihaknya berharap dapat memajukan industri olahraga yang berada di domestik. Oleh sebab itu, Yabes mengajak masyarakat untuk bersama-sama memajukan industri dan ekonomi dibidang sepakbola.

Ketika ditanya soal penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana Bali United, Yabes enggan membeberkan secara lebih rinci. Namun yang pasti, dia akan menggunakan dana tersebut untuk berbagai peruntukan klub.

Di antaranya, untuk memperkuat struktur permodalan di entitas anak usaha dan modal kerja. Perlu diketahui, Bali United memiliki beberapa entitas anak usaha, antara lain, PT Bali Boga Sejahtera, PT Kreasi Karya Bangsa, PT Radio Swara Bukit Bali Indah dan PT IOG Indonesia Sejahtera.

“Jadi perseroan dan entitas anaknya memiliki sumber pendapatan yang beragam. Baik dari tiket, hak siar TV, sponsor, cafe, playland, akademi, marketing agen dan e-sports,” pungkasnya.

Direktur Utama Kresna Sekuritas yang merupakan penjamin emisi Bali United, Octavianus Budiyanto mengatakan, IPO yang dilakukan klub yang dipimpin oleh Irfan Bachdim Cs itu disebutkan sangat menarik. Selain masih terbilang mainan baru di pasar saham, supporter menjadi sumber potensi besar untuk klub.

Itu terbukti dari dua hari penawaran umum perdana Bali United, pihaknya mencatat terjadinya oversubscribed dari pendukung yang ingin memiliki saham klub tersebut. Berdasarkan datanya sejak masa penawaran ke-2, komposisi investor ritel sendiri sebanyak 41 persen dan investor institusi sebanyak 59 persen.

“Antusiasme supporter yang fanatik dan jumlah penduduk Indonesia sangat besar,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengapresiasi kehadiran klub Bali United yang telah melantai di pasar saham. Inarno mengatakan, aksi korporasi IPO merupakan salah satu sarana perusahaan untuk menggalang dana dari masyarakat.

“Di samping itu IPO memiliki manfaat lain misalnya di dunia usaha, perusahaan publik akan dipandang lebih memiliki profesional, transparan dan akuntabel jika sudah tercatat di bursa efek,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya mengharapkan klub sepakbola Indonesia lain dapat mengikuti jejak Bali United yang mulai melantai di pasar saham. Hal tersebut demi ikut meramaikan industri sepakbola domestik.

“Kami harap perusahaan sejenis dari klub bola lain bisa ikut turut melantai mengikuti Bali Bintang Sejahtera untuk meramaikan pasar modal Indonesia dan sepakbola di negara tercinta ini,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim