JawaPos Radar

Sinergi Dengan Induk Usaha, BNI Syariah Perkuat Pembiayaan Komersial

17/05/2016, 08:13 WIB | Editor: Mochamad Nur
Sinergi Dengan Induk Usaha, BNI Syariah Perkuat Pembiayaan Komersial
Ilustrasi (Dok Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com- PT BNI Syariah bersinergi dengan induknya –Bank BNI Tbk- dalam pembiayaan sektor komersial.  Strategi ini diharapkan bisa mendongkrak laju kredit sektor komersial BNI Syariah yang baru mencapai 16,7 persen.

“Dengan strategi ini, kita berharap pembiayaan di sektor komersial bisa tumbuh lebih bagus,” ujar Direktur Utama BNISyariah Imam Teguh Saptono di Jakarta sebagaimana dikutip Indopos, Selasa (17/5).

Menurutnya, sinergi pembiayaan dengan induk usaha ini dimungkinkan melalui skema value chain. ”Konsep value chain  adalah anak usaha yakni BNI Syariah dilibatkan dalam  pembiayaan nasabah BNI, sebagai induk usaha,” katanya. 

BNI Syariah akan menyalurkan pembiayaan komersial sebesar Rp 2,5 triliun kepada perusahaan yang sudah menjadi nasabah Bank BNI.

 Lewat pola ini,  pembiayaan ditargetkan dapat tumbuh 20- 25 persen setiap tahunnya. Setidaknya, setelah berjalan sekitar lima bulan, anak usaha BNI ini sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 300 miliar, untuk sebuah pengembangan proyek perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya. 

Sejumlah proyek lain juga tengah dijajaki. Diantaranya proyek jalan tol,  pembiayaan pengadaan pupuk dan gula untuk PT Petrokimia Gresik dan PT Rajawali Nusantara Indonesia.

Saat ini, lanjut Imam, pembiayaan BNI Syariah masih didominasi sektor konsumer sebanyak 53,18 persen dari total pembiayaan sebesar Rp 18,04 triliun. 

Kemudian, pembiayaan untuk sektor produktif/UKM sebanyak 22,2 persen, komersial 16,7 persen, bisnis pembiayaan mikro 5,69 persen dan pembiayaan Kartu Hasanah 2,15 persen. Hingga akhir Maret 2016, total pembiayaan BNI Syariah tumbuh sebesar 14,95 persen. 

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp20,19 triliun atau naik 20,1 persen dengan pertumbuhan laba bersih 64,62 persen menjadi Rp75,18 miliar. (ers/nas/JPG)

 

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up