alexametrics
Investor Was-Was Risiko Geopolitik Global

Rupiah Masih Menarik Meski Dolar Mulai Bangkit

17 Januari 2019, 11:26:51 WIB

JawaPos.com – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) beberapa hari terakhir bisa terus bertahan menguat meskipun dolar juga mulai bangkit dari keterpurukan.

Analis Forex Time Lukman Otunuga mengatakan, mata uang  di negara berkembang memasuki pekan trading dengan nuansa waspada karena berbagai risiko geopolitik dan kekhawatiran mengenai pertumbuhan global yang melambat membuat investor gelisah.

“Kinerja mata uang pasar berkembang bervariasi. Ringgit Malaysia dan Rand Afrika Selatan melemah. Walau begitu, Lira Turki, Yuan China, dan Rupiah Indonesia mampu bertahan terhadap Dolar,” ujarnya seperti diberitakan Kamis (17/1).

Menurutnya, dengan ketidakpastian Brexit dan ketidakpastian politik di Washington serta berbagai risiko geopolitik lainnya yang mengganggu keyakinan investor. Meskipun bisa bertahan menguat, namun mata uang pasar berkembang tetap rentan melemah.

Di Indonesia sendiri, Lukman menjelaskan, sentimen menjadi buruk pasca laporan bahwa ekspor Indonesia merosot dengan laju paling cepat dalam lebih dari satu tahun terakhir bulan lalu.

Seperti diketahui, total ekspor menurun 4,62 persen pertahun di bulan Desember dan impor hanya sedikit menguat 1,16 persen, sehingga defisit perdagangan lebih besar dari perkiraan.

Lukman menambahkan, kebuntuan politik di Washington dan ekspektasi bahwa Fed akan mengerem suku bunga terus membebani Dolar.

“Minat terhadap Dolar akan semakin menurun apabila data ekonomi yang mengecewakan status safe haven mata uang ini,” imbuhnya.

Lukman mengingatkan, isyarat melambatnya pertumbuhan global akan terus memengaruhi pasar berkembang, termasuk Indonesia,” tuturnya.

“Dari aspek teknikal, rupiah terhadap dolar AS tampak kembali menguji 14.000 jika Dolar terus melemah,” tandasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri

Close Ads
Rupiah Masih Menarik Meski Dolar Mulai Bangkit