alexametrics

Mau Investasi SBR Atau Deposito? Ini Plus Minusnya

17 Januari 2019, 11:39:26 WIB

JawaPos.com – Pemerintah saat ini mulai mengajak generasi milenials dan ritel berinvestasi lewat Savings Bond Ritel atau SBR. Keuntungannya yang bisa ditangguk tak kalah menggiurkan dibanding suku bunga Bank.

SBR adalah portofolio investasi yang diterbitkan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR). 

Sementara deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya tenor 1-24 bulan. 

Mengutip situs resmi Cermati.com, berikut ini kelebihan dan Kekurangan SBR vs Deposito

Berbeda dengan produk lain, misalnya saham, reksa dana yang memiliki tingkat risiko tinggi, investasi SBR005 terbilang minim risiko. 

Adapun keunggulan dari obligasi negara tersebut, dijamin negara sehingga tidak ada risiko gagal bayar, tidak ada risiko tingkat bunga karena kupon mengambang karena ada kupon minimal, ada fasilitas pencairan atau early redemption dana lebih cepat sebelum jatuh tempo, modal juga mulai dari Rp1 juta, dan Ikut berkontribusi membangun negeri.

Akan tetapi, produk investasi SBR memiliki risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder atau hanya bisa dipegang oleh pembeli pertama. Sehingga investor diharapkan melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko ini. 

Kelebihan produk deposito perbankan, antara lain, aman karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan nilai simpanan maksimal Rp 2 miliar, setoran deposito minimal mulai dari Rp1 juta-Rp10 juta, risiko rendah karena tidak terpengaruh pergerakan pasar, bunga lebih tinggi daripada suku bunga tabungan, dan pendapatan per tenor.

Sedangkan Kekurangan deposito, yaitu bunga bisa tetap atau mengambang tanpa kupon minimal, pencairannya sesuai jangka waktu yang ditentukan, deposito kena pajak 20 persen atau lebih tinggi dari SBR yang hanya 15 persen, pembayaran bunga di akhir periode jatuh tempo, dan ada denda jika menarik dana deposito sebelum jatuh tempo. 

Investasi SBR dan deposito bisa disesuaikan dengan bujet atau kemampuan finansial Anda. Akan tetapi, minimal untuk menanamkan modal di instrumen investasi SBR sebesar Rp1 juta, dan maksimal Rp3 miliar. Sama halnya, untuk investasi di produk deposito setoran awal paling kecil Rp1 juta. Tapi tergantung kebijakan masing-masing perbankan.

Saat ini, investasi SBR005 yang baru dirilis pemerintah menawarkan bunga 8,15 persen. Kupon ini mengambang dengan kupon minimal sampai jatuh tempo 10 Januari 2021 (2 tahun). Imbal hasil dibayarkan tanggal 10 setiap bulan dan pembayaran perdana 10 Maret 2019.

Artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) setiap 3 bulan sekali. Kalau suku bunga acuan BI turun 25 basis poin, maka bunga SBR tetap 8,15 persen, tidak akan ikut merosot. Tapi jika naik 25 basis poin, kupon SBR malah mendaki jadi 8,40 persen.

Sebelum masa jatuh tempo di 10 Januari 2021, Anda bisa memanfaatkan pencairan atau early redemption, baik sebagian maupun seluruh dana jika sewaktu-waktu membutuhkan uang. Fasilitas pencairan ini hanya dapat dilakukan mulai 27 Januari sampai 4 Februari 2020. Investor yang bisa menarik dananya harus memiliki SBR005 sebesar Rp2 juta di setiap agen penjual. Jumlah maksimal pencairan pun tidak bisa semuanya, hanya 50 persen dari total kepemilikan SBR investor.

Sedangkan bunga deposito umumnya berkisar 4-7 persen sesuai dengan tenor dan nilai deposito. Pokok maupun bunga deposito baru akan cair pada saat tanggal jatuh tempo. 

Jika berminat investasi di SBR005 secara offline maupun online, Anda dapat menghubungi 11 mitra distribusi yang sudah ditunjuk pemerintah. Informasi 11 agen penjual dan cara mudah membeli SBR005, bisa dicek di https://www.kemenkeu.go.id/sbr. Sementara untuk produk deposito, selain datang langsung ke bank.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads
Mau Investasi SBR Atau Deposito? Ini Plus Minusnya