alexametrics

Manulife Raih Laba Rp 2,6 Triliun

16 Mei 2019, 18:46:23 WIB

JawaPos.com – Kisruh perang dagang antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) serta gejolak politik Pemilu Presiden masih menjadi faktor penghambat laju ekonomi Indonesia hingga pertengahan tahun ini. Meski begitu, kondisinya akan berangsur membaik di semester kedua nanti.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Jonathan Hekster opitmistis kondisi ekonomi Indonesia akan kembali membaik. Indikasinya, Bank Indonesia mulai gencar memperkuat rupiah. Selain itu, inflasi juga cukup rendah.”Dari sisi politik, setelah 22 Mei nanti masyarakat lega dan akan kembali menyiapkan dananya untuk investasi,” ujarnya kemarin (16/5).

Dia berharap tahun ini ekonomi lebih baik daripada tahun lalu. Meski 2018 penuh tantangan, Manulife Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan laba sebesar 170 persen menjadi Rp 2,6 triliun. Hasil positif tersebut disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan premi bersih, beban perusahaan yang lebih rendah di tahun 2018 dan pergerakan suku bunga selama tahun tersebut.

Pendapatan premi bersih meningkat sebesar 4 persen menjadi Rp 9,2 triliun. Jumlah ekuitas menguat sebesar 4 persen menjadi Rp11,5 triliun di 2018, sedangkan ekuitas pasar asuransi secara keseluruhan menurun sebesar 18 persen.”Tahun 2018 penuh tantangan, namun kami berhasil melewati dan mempertahankan posisi kami dengan baik,” sebutnya.

Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Legowo Kusumonegoro mengakui kondisi makro ekonomi Indonesia di kuartal I dan II tahun ini masih dibayang-bayangi ketidakpastian. Hal itu terutama terjadi karena imbas faktor eksternal dan internal.”Faktor eksternalnya adalah masih alotnya penyelesaian perang dagang AS dan Tiongkok,” sebutnya.

Sedangkan faktor internal adalah belum adanya keputusan tetap mengenai Presiden RI 2019-2024. Kedua faktor ini, kata Legowo, mempengaruhi keputusan investor untuk menanamkan modalnya.”Semua investor masih wait and see. Kondisinya masih sama dengan 2018. Jadi saat ini bukan menjadi masa yang menyenangkan bagi dunia investasi di Indonesia,” cetusnya.

Tahun lalu hampir semua instrumen investasi kinerjanya menurun. Namun terlepas dari itu semua, jumlah aset kelolaan dan investor di Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) tahun lalu masih meningkat.”Selama 2018, dana kelolaan MAMI meningkat menjadi Rp 68,1 triliun dan lebih dari 16.400 investor telah bergabung menggunakan solusi investasi kami,” jelasnya.

Sebagai perusahaan penyedia solusi perlindungan keuangan, Manulife didukung oleh lebih dari 7.000 tenaga pemasar profesional dan 1.000 karyawan. Mereka berperan penting dalam mendukung Manulife Indonesia yang telah beroperasi lebih dari 33 tahun di Indonesia. Saat ini Manulife didukung oleh beragam jalur distribusi dan telah menjangkau dan melayani lebih dari 2,5 juta nasabah.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Agus Wirawan



Close Ads