JawaPos Radar

SCG Catatkan Pendapatan Rp52,42 Triliun Hingga Juni 2018

15/08/2018, 11:30 WIB | Editor: Mochamad Nur
SCG Catatkan Pendapatan Rp52,42 Triliun Hingga Juni 2018
Ilustrasi Ritel Bangunan Mitra10, salah satu lini bisnis SCG di Indonesia (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - SCG melaporkan hasil kinerja yang memuaskan sepanjang kuartal II-2018 di tengah meningkatnya harga bahan baku dan faktor musiman. SCG mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah strategis guna memperkuat core bisnis dan mempertahankan kelanjutan ekspansinya di wilayah Asia Tenggara.

Mr. Roongrote Rangsiyopash, Presiden dan CEO SCG, mengungkapkan pendapatan yang belum diaudit hingga Q2/2018 mencapai Rp 52,42 triliun (USD 3,77 miliar), meningkat sebesar 11% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan pendapatan dikontribusikan adanya peningkatan volume penjualan dan harga dari sebagian besar kegiatan bisnis.

Perusahaan telah melakukan sejumlah langkah untuk mendongkrak pendapatan. Diantaranya, mendorong terintegrasinya teknologi digital dengan beragam produk serta platform ritel modern untuk mampu memenuhi tuntutan pelanggan yang kian meningkat.

Sementara itu, laba pada periode ini mengalami penurunan sebesar 6% menjadi Rp 5,39 triliun (USD 389 juta) dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh kinerja yang menurun dari bisnis bahan kimia dan pendapatan dividen yang menurun dari bisnis investasi. Laba dari hasil Q2/2018 masih tetap sama dengan kuartal sebelumnya, karena didukung oleh dividen musiman mitra di bisnis-bisnis lain, meskipun permintaan musiman pada bisnis semen dan bahan bangunan menurun.

Sementara bisnis SGC di Indonesia memiliki total aset senilai Rp 21,27 triliun (USD 1,49 miliar). Perusahaan melaporkan pendapatan dari penjualan Q2/2018 sebesar Rp 3,08 triliun (USD 221 juta) yang mencakup penjualan dari operasional di dalam negeri dan impor dari Thailand.

Untuk periode H1/2018, SCG di Indonesia melaporkan pendapatan dari penjualan sebesar Rp 6,26 triliun (USD 457 juta), mengalami peningkatan 21% y-o-y.

Di Indonesia, SCG baru saja mengakuisisi 29% saham di PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (Kode Saham: CSAP), perusahaan ritel modern terkemuka di Indonesia yang menjual produk bahan bangunan dan rumah tangga.

Akuisisi ini dimanfaatkan perusahaan untuk memperbanyak toko retail, guna memperluas jangkauan distribusi material dan bahan bangunan serta produk rumah tangga lainnya. CSA memiliki dua lini bisnis utama yaitu toko ritel modern yang bernama Mitra10 yang telah memiliki 27 cabang di kota-kota besar.

CSA menargetkan pembangunan 50 toko baru Mitra10 hingga akhir tahun 2021 guna memperkuat pangsa pasar. Pada lini bisnis lainnya, yaitu distribusi produk bahan bangunan, CSA telah memiliki akses ke lebih dari 30.000 toko ritel tradisional di berbagai wilayah di Indonesia.

(nas/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up