Bos BI Yakin Cadangan Devisa Masih Aman Meski Rupiah Jeblok

15/08/2018, 16:57 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia sebesar USD 118,3 miliar pada akhir Juli 2018. Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar USD 119,8 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menegaskan, cadangan devisa tersebut masih cukup. Apalagi, rupiah yang terus melemah dikhawatirkan akan mengganggu cadangan devisa yang terus menurun.

"Cadev Indonesia itu lebih dari cukup," tegasnya di Komplek BI, Jakarta, Rabu (15/8).

Dia menjelaskan, cadangan devisa itu masih sangat cukup untuk membiayai impor Indonesia serta membayar utang luar negeri.

Di sisi lain, Perry menegaskan jika pihaknya bersama pemerintah terus berupaya untuk mendorong peningkatan cadangan devisa dalam negeri dengan menekan impor dan meningkatkan ekspor.

"Cukup dari arti apa? Tidak hanya membiayai impor, bayar utang serta memotivasi capital rehearsal," kata dia.

"BI juga sejalan dengan pemerintah dalam mendukung perbaikan defisit transaksi berjalan serta penghentian proyek yang banyak membutuhkan impor barang," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi