alexametrics

Kreditur Setujui Restrukturisasi Global Bond Emiten MDLN USD 390 Juta

15 Juli 2021, 16:29:23 WIB

JawaPos.com – Emiten PT Modernland Realty Tbk (MDLN) berhasil memperoleh persetujuan dari pemegang obligasi untuk melanjutkan restrukturisasi obligasi luar negeri atas surat utang global atau Guaranteed Senior Notes 2021 senilai USD 150 million dan Guaranteed Senior Notes 2024 senilai USD 240 million.

Persetujuan restrukturisasi tertuangkan dalam Scheme of Arrangement melalui proses voting di Pengadilan Tinggi Singapura, Senin (12/7) memuat beberapa perubahan commercial terms atas Guaranteed Senior Notes. Diantaranya perubahan jatuh tempo obligasi, perubahan tingkat bunga obligasi, dan penambahan jaminan aset.

Dalam proses voting tersebut, Modernland Realty berhasil mendapatkan persetujuan sebesar 100% Scheme Creditors atau mewakili 100% dari total Notes 2021 yang berpartisipasi. Sementara untuk Notes 2024, Perseroan mendapatkan persetujuan sebesar 97,78% Scheme Creditors atau mewakili 99,52% dari total kreditur yang berpartisipasi.

Investor Relations and Budgeting Director PT Modernland Realty Tbk. Bobby Heryunda menuturkan, persetujuan perpanjangan restrukturisasi global bonds yang didapat PT Modernland Realty Tbk. tersebut adalah bentuk dari kepercayaan yang tinggi dari para investor terhadap Perseroan di tengah pandemi dan krisis ekonomi yang saat ini melanda.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang tetap diberikan oleh para Pemegang Obligasi Global terhadap Perseroan dan Manajemen. Tentunya hal ini dapat memberikan dampak positif bagi kegiatan operasional dan pemulihan pertumbuhan usaha Perseroan di tengah situasi yang menantang ini,” ujar Bobby Heryunda.

Sebagai informasi, PT Modernland Realty Tbk. melalui anak usahanya yang terdaftar di Singapore Stock Exchange yaitu JGC Ventures dan Modernland Overseas telah menerbitkan global bonds senilai USD 390 juta, dimana sumber utama pembayaran kembali Notes tersebut nantinya berasal dari kegiatan usaha PT Modernland Realty Tbk. berikut entitas perusahaan.

Pandemi Covid-19 yang menekan kondisi perekonomian di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia khususnya, menyebabkan bisnis Perseroan terdampak sehingga menyebabkan Perseroan belum dapat melakukan pembayaran kupon kedua Notes yang seharusnya dibayarkan pada tahun lalu.

“Berkat dukungan dan kerja sama dari para Pemegang Obligasi Global dan pihak terkait, proses restrukturisasi Guaranteed Senior Notes saat ini sudah mendekati tahap akhir, dimana tinggal melanjutkan proses administration dan legal documentation. Perseroan berharap restrukturisasi ini dapat segera selesai dan diimplementasikan,” jelas Bobby Heryunda.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads