alexametrics
Punya Potensi Besar

Jokowi Ingin Industri Syariah Jadi Motor Penggerak Ekonomi Negara

15 Mei 2019, 07:02:52 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan perkembangan ekonomi syariah merupakan salah satu kunci utama agar Indonesia masuk ke dalam negara dengan ekonomi terkuat keempat di dunia. Namun, perkembangan industri syariah atau halal di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia, menurut Jokowi, Indonesia masih berada di urutan ke-10 sebagai negara industri syariah. Bahkan, bangsa Indonesia masih kalah dengan negara tetangga, yakni Malaysia.

“Kita masih di belakang Malaysia. Masih di belakang UEA. Masib di belakang Bahrain. Masih di belakang Arab Saudi. Masih di belakang Oman, Jordan, Qatar, Pakistan dan Kuwait. Inilah pekerjaan besar kita bersama sama,” kata Jokowi dalam acara peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, Jakarta, Selasa (14/5).

Padahal mengutip data Bappenas, Jokowi bilang, ekonomi syariah memiliki potensi besar dengan pertumbuhan mencapai 3 triliun USD pada 2023. Bagi dia, ekonomi syariah seharusnya bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi bangsa masa depan.

“Kalau di rupiahkan berapa? kurang lebih Rp 45 ribu triliun rupiah. Saya nggak bisa bayangkan angka seperti itu. Karena APBN kita 2000 triliun lebih sedikit,” katanya.

Oleh karena itu, Jokowi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia menjadi bangsa yang bangkit mengembangkan potensi ekonomi syariah. Apalagi, Indonesia telah mendapatkan bonus demografi sebagai penduduk muslim terbesar dunia.

“Ekonomi syariah yang bisa turut mengentaskan kemiskinan, melestarikan lingkungan dan mendorong kesejahteraan sosial. Dan sejalan dengan pembangunan berkelanjutan kita. Dan kita sudah memulai di tahun awal, Saya selaku presiden sudah membentuk KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah),” terangnya.

Jokowi menambahkan, KNKS akan turut aktif mengawal Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024. Eks Wali Kota Surakarta itu berharap MEKSI 2019-2024 dapat menjadi lompatan besar bangsa Indonesia untuk kuatkan ekosistem syariah Indonesia.

“Masterplan jadi panduan dan dimonitor progres perkembangannya. Kita akan terus kuatkan rantai nilai halal dengan fokus pada sektor makanan minuman, fashion, wisata, media, rekreasi serta farmasi dan kosmetika. Dan sebagai pendukungnya akan kuatkan keuangan syariah,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Bappenas bersama Presiden Jokowi meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 dengan visi Indonesia yang Mandiri, Makmur, dan Madani dengan Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka.

MEKSI 2019-2024 ini merekomendasikan empat langkah dan strategi utama, meliputi penguatan halal value chain dengan fokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi, serta penguatan sektor keuangan syariah dengan rencana induk yang sudah dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) sebelumnya dan disempurnakan ke dalam rencana induk ini.

Selain itu rekomendasi MEKSI lainnya adalah pentingnya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama halal value chain, dan penguatan di bidang ekonomi digital utamanya perdagangan (e-commerce market place) dan keuangan (teknologi finansial) sehingga dapat mendorong dan mengakselerasi pencapaian strategi lainnya.

Untuk menjalankan keempat strategi tersebut, MEKSI 2019-2024 menjabarkan beberapa strategi dasar yang harus dilakukan, yaitu peningkatan kesadaran publik, peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas riset dan pengembangan (R&D), serta penguatan fatwa, regulasi dan tata kelola.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim