JawaPos Radar | Iklan Jitu

Waspada! Ini Ciri-Ciri Kredit Online Ilegal

13 November 2018, 19:58:01 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Waspada! Ini Ciri-Ciri Kredit Online Ilegal
Ilustrasi (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Maraknya layanan jasa keuangan digital atau financial technology (Fintech) membuat masyarakat tergiur mencicipi manisnya kemudahan kredit online. Hanya dengan mengunduh aplikasi, mengisi formulir dan mengunggah kartu identitas, dana segar pun mengucur.

Namun, beberapa waktu terakhir mulai terkuak banyak perusahaan penyedia kredit online atau aplikasi kredit ilegal meresahkan masyarakat. Perusahaan itu mematok bunga amat tinggi. Sehingga banyak nasabah akhirnya terlilit utang yang kian membengkak.

Fintech ilegal umumnya mematok bunga sangat tinggi, denda harian besar, pemotongan biaya administrasi hampir separuh pinjaman, hingga pembajakan data kontak di handphone pengguna. 

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat ingin menggunakan jasa kredit online. Salah satu cirinya, biasanya perusahaan illegal tersebut menyamarkan identitas. Misalnya tak pernah mencantumkan alamat perusahaan dalam aplikasi.

Sehingga lal tersebut dapat mempersulit gugatan di kepolisian karena sejak awal mereka berniat culas menguras dompet nasabah.

"Jadi kalau ada seseorang ingin melaporkan atau menyampaikan gugatan ke polisi, maka pencarian alamat tidak akan pernah ketemu,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/11).

Kemudian, lanjutnya, fintech illegal sangat mudah memberikan pinjaman. Begitu calon nasabah mengisi formulir maka dana bisa langsung dicairkan. Jika Fintech resmi tak mungkin semudah itu karena akan menanyakan keakuratan data lain seperti pekerjaan dan slip gaji.

"Tujuannya memang begitu, gampang kan? Jadi kalau anda tidak bayar anda diteror nanti. Sangat mudah memberi pinjaman, ini menggiurkan,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, kredit online ilegal mampu mengakses data kontak dan data pribadi. Jadi ketika gagal membayar, hal itu yang digunakan oleh mereka untuk meneror. Sementara untuk fintech legal sangat dilarang untuk mengakses data pribadi pengguna dengan alasan hukum. Fintech legal juga dilarang menagih di luar jam kerja

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up