JawaPos Radar

UangTeman Dukung OJK Hadirkan Iklim Bisnis Fintech yang Sehat

13/09/2018, 07:23 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
UangTeman Dukung OJK Hadirkan Iklim Bisnis Fintech yang Sehat
Ilustrasi penyelenggara Financial Technology (Fintech) (Pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - Perusahaan Financial Technoloy (Fintech) UangTeman mendukung  kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  dalam menghadirkan iklim bisnis industri fintech yang aman dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia. Proses perizinan yang dipersyaratkan OJK diyakini untuk menumbuhkan iklim industri fintech yang aman dan sehat.

“UangTeman komit mendukung kebijakan OJK dalam menghadirkan iklim bisnis industri fintech yang aman dan terpercaya bagi masyarakat,” kata Dimas Siregar, Corporate Communications UangTeman dalam keterangannya, Rabu (12/9).

Ia menyatakan, pihaknya memahami industri teknologi keuangan (fintech) merupakan entitas bisnis yang sedang berkembang pesat.

Pihaknya meyakini bahwa regulator tidak akan menghambat perizinan. Menurutnya, proses yang sedang berlangsung saat ini, diyakini untuk kepentingan bersama sehingga akan memberikan kontribusi positif bagi semua pemangku kepentingan, terutama masyarakat sebagai konsumen.

Dimas menyebutkan saat ini UangTeman sudah memiliki sertifikat ISO untuk pengelolaan keamanan data nasabah. “Namun sertifikasi itu bukan satu-satunya syarat,” kata dia.

Banyaknya penyelenggara fintech yang telah terdaftar di OJK selama setahun, namun belum memperoleh izin resmi, dinyatakan otoritas sendiri bukan karena ketidakpatuhan mereka terhadap aturan. Sejauh ini, OJK juga menilai para penyelenggara fintech dianggap telah tertib terkait regulasi.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi mengatakan dalam meloloskan perizinan, OJK ikut memperhatikan mandat UU yang menyebutkan harus mengurus sertifikasi dari institusi lainnya seperti Kementrian Komunikasi dan Informasi.

Untuk mengurus itu, Hendrikus melihat rata-rata penyelenggara fintech membutuhkan waktu 4-6 bulan. Hendrikus pun memastikan telah menjelaskan hal tersebut kepada para penyelenggara fintech.
“Untuk mendapatkan sertifikat keandalan ini, Kemenkominfo telah menunjuk 3 lembaga sertifikasi,” tambahnya.

Sembari menunggu tiap penyelenggara menerima sertifikat tersebut, OJK, kata Hendrikus, juga mengkaji kesiapan business model dan pengendalian internal dari pelaku usaha. Sembari menunggu ISO diperoleh, status terdaftar dari penyelenggara belum dihitung berakhir, meskipun telah setahun.

(ask/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up