alexametrics

Cara Bijak Kelola Keuangan Lewat Fintech di Era Digital

13 April 2019, 15:48:18 WIB

JawaPos.com – Tak semua orang bisa mengatur keuangannya dengan baik dan bijak. Karena itu diperlukan edukasi bagaimana mengatur dan mengelola keuangan agar masyarakat mampu untuk meningkatkan kesejahteraannya. Cara mudah salah satunya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital melalui financial technology (fintech).

Amar Bank, penggagas produk financial technology (fintech) dengan nama Tunaiku, meningkatkan inklusi keuangan dan literasi keuangan bagi masyarakat. Upaya itu dilakukan dalam bentuk mempermudah akses keuangan bagi masyarakat.

Indonesia berdasarkan data Worldbank Financial Index (Findex) 2017 memiliki masyarakat dengan tingkat unbankable yang cukup tinggi mencapai 51 persen, walaupun sudah cukup membaik dibandingkan pada 2014 yang mencapai 64 persen dan 2011 mencapai 80 persen. Meskipun demikian, berdasarkan data Findex ternyata dari jumlah tersebut sekitar 60 juta orang sudah memiliki akses internet melalui mobile phone. Hal ini menunjukkan kemungkinan perubahan yang lebih baik melihat perkembangan fintech di Indonesia lima tahun terakhir. 

“Inklusi keuangan dan literasi keuangan bagaikan dua sisi mata uang, yang keduanya harus ada dan saling melengkapi serta memiliki korelasi yang positif. Kurangnya akses terhadap jasa keuangan membuat masyarakat kurang mampu dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Demikian juga dengan kurangnya pemahaman akan layanan keuangan yang berdampak pada ketidakmampuan mereka untuk memanfaatkan peluang yang ada,” kata Managing Director Amar Bank Vishal Tulsian dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/4).

Lebih lanjut Vishal menjelaskan, bagi masyarakat, kunci hidup yang lebih sejahtera adalah dengan adanya akses terhadap layanan keuangan dan juga kemampuan dalam pengelolaan keuangan. Hal ini dapat menjadi indikator literasi keuangan (melek keuangan) pada masyarakat.

“Memiliki akses keuangan namun tidak bijak dalam penggunaannya dapat menggiring mereka ke dalam masalah keuangan. Bahkan masalah lainnya yang lebih kompleks, seperti banyak contoh yang kerap terjadi di masyarakat belakangan ini. Sehingga pinjaman yang mereka lakukan menjadi tidak efektif dan tidak produktif,” jelas Vishal.

Peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat dalam sektor keuangan adalah dengan memberikan akses yang lebih mudah terhadap layanan keuangan formal, contohnya pinjaman melalui lembaga formal yang dapat memberikan suku bunga terjangkau dan proses yang lebih aman. Layanan itu dapat diberikan melalui lembaga perbankan di kantor-kantor cabang ataupun melalui layanan keuangan lainnya seperti layanan keuangan berbasis fintech.

Terkait inklusi keuangan dan literasi keuangan, Vishal memaparkan lebih lanjut, pihaknya tidak hanya mempemudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan (inklusi keuangan), tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih melek keuangan (financial literacy).  Langkahnya dengan melakukan riset secara informal ke nasabah agar lebih memahami kebutuhan akan informasi keuangan yang dibutuhkan nasabah sehingga melek keuangan.

Riset informal ini dilakukan secara aktif dengan bertanya pada nasabah, bagaimana mereka dapat lebih memahami layanan keuangan dan membantu mereka mengelola keuangan. Dari hasil riset tersebut, Amar Bank menemukan bahwa literasi keuangan perlu dibuat agar mudah dimengerti dan juga menarik untuk diakses oleh masyarakat.

Tantangan yang dihadapi dalam peningkatan literasi keuangan di era digital dan mobilisasi yang tinggi seperti saat ini adalah, bagaimana membuat masyarakat lebih mudah mengakses informasi dengan konten yang sederhana, mudah dimengerti dalam waktu tidak lebih dari 3 (tiga) menit. Platform yang banyak digunakan oleh masyarakat pun menjadi pertimbangan utama, salah satunya melalui smartphone agar mereka mudah mengaksesnya saat dalam perjalanan berangkat dan pulang kerja, beraktivitas di luar rumah serta di waktu senggang.

Isinya pun harus menarik, yang mengakomodasi pertanyaan-pertanyaan seputar keuangan seperti, topik investasi, tips investasi saham, bagaimana menghitung cicilan kendaraan, dan membandingan layanan keuangan yang sesuai. Yang pasti, konten yang relevan dengan kebutuhan dan persoalan keuangan sehari-hari. Edukasi tentang literasi keuangan, dituangkan Tunaiku dalam bentuk artikel di swara.tunaiku.com.

“Kami juga mengadakan kelas Swara Online dengan beragam tema sesuai dengan minat nasabah Tunaiku, seperti  ‘Menikah on budget’, ‘Bagaimana menyisihkan untuk dana darurat?’, ‘Bisnis: yang muda yang merintis’ dengan jumlah audiens mencapai 400-500 orang/sessions dan lainnya,” ungkap Vishal.

Tips Kelola Keuangan

Vishal juga menuturkan tips mengelola keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, yang membutuhkan disiplin dan perencanaan keuangan. Menurutnya seseorang harus mampu mengelola keuangan dengan mengukur pengeluaran berdasarkan pemasukan yang didapat.

Tidak hanya itu, tetapi juga harus mampu membagi kategori pengeluaran. Misalnya porsu sandang, pangan, papan dan membuat skala prioritas pengeluaran (jangka pendek dan jangka panjang).

“Selain itu, perlunya perencanaan keuangan jika ingin mencapai satu tujuan. Intinya, perencanaan yang baik ditunjang oleh disiplin keuangan,” tutup Vishal.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads