JawaPos Radar

Pasar Modal Masih Akan Diwarnai Tren Bullish

13/03/2018, 19:41 WIB | Editor: Mochamad Nur
Bursa Efek Indonesia
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (DOK.ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)
Share this image

JawaPos.com - Pasar saham Indonesia belakangan ini tengah terseok-seok lantaran sulitnya bangkit untuk kembali maju di jalur hijau.

Analis Forex Time Lukman Lukman Otunuga menyampaikan, secara umum pasar modal diproyeksikan akan diwarnai aksi jual atau bullish. Meskipun beberapa data ekonomi dalam negeri positif naik belum dapat mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG)

Menurutnya, lembaga pemeringkat investasi yang telah menaikan rating investasi Indonesia masih belum mampu melawan sentimen negatif dari bank sentral Amerika serikat The Fed dan kebijakan yang dilayangkan oleh Presiden AS Donald Trump.

“Walaupun pasar modal tercover tahun Aini ada beberapa kekhawatiran akan turun lagi. Akan ada perang dagang. Ketidakpastian tersebut cenderung orang akan tidak melakukan investasi ke investasi yg berisiko tinggi. Tapi lebih rendah seperti di yen atau emas,” ujarnya saat ditemui di Hotel Kempinski Jakart, Selasa (13/3).

Lukman membeberkan, banyak sentimen negatif yang masih akan membuat pasar saham tertekan. Diantaranya, selain sentimen The Fed, faktor lainnya berasal dari perang dagang AS, over suplay produksi minyak, perpolitikan di Eropa.

“Meskipun ada optimisme kuat dari dalam negeri, pertumbuhan global yang baik tapi 4 faktor itu yg buat pasar modal lebih ter ekspos. Perang dagang, minyak, politik Eropa, adanya kenaikan tingkat suku bunga,” tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up