alexametrics

Ekonomi Berangsur Pulih, Kredit Macet di BFI Finance Makin Rendah

12 November 2020, 16:34:59 WIB

JawaPos.com – Perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menyampaikan, pada masa new normal, perseroan meningkatkan kembali layanan pembiayaannya untuk semua lini produk mulai kuartal III 2020. Finance Director BFI Finance Sudjono mengatakan, dengan aktivitas ekonomi yang telah berangsur pulih, penyaluran pembiayaan mulai merambat naik di beberapa daerah

Rasio pembiayaan bermasalah juga sudah terkendali dengan berbagai inisiatif yang dijalankan perusahaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya, kondisi rebound ini tentunya menunjukkan sinyal positif walaupun tantangan masih besar di tengah pandemi yang masih belum terkendali di Indonesia dan ancaman resesi di depan mata.

“Volume pembiayaan menunjukkan tren positif selama kuartal III dan kami berharap kondisi ini dapat terus ditingkatkan di bulan-bulan mendatang selama kondisi eksternal mendukung, seperti tidak adanya lockdown yang membuat kegiatan ekonomi tidak bisa sepenuhnya berjalan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (12/11).

Sudjono memaparkan, hingga September 2020, BFI Finance mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 3,50 triliun serta laba bersih sebesar Rp 520,63 miliar. Rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan telah membaik menjadi 2,67 persen per 30 September dari kuartal sebelumnya sebesar 3,73 persen per Juni 2020.

Selanjutnya, tren rasio NPF BFI Finance masih di bawah rata-rata industri pembiayaan, yang pada Agustus 2020 tercatat sebesar 5,23 persen (sesuai Data Otoritas Jasa Keuangan/OJK).

Selain itu, lanjutnya, restrukturisasi pembiayaan pun melandai semenjak masyarakat mulai kembali berkegiatan. BFI Finance telah memberikan relaksasi kredit kepada para konsumen yang keadaan keuangannya terdampak Covid-19 mulai April hingga Agustus 2020.

“Saat ini nilai piutang yang direlaksasi mencapai 35,5 persen dari total piutang pembiayaan yang dikelola per 30 September 2020. Tipe restrukturisasi yang paling banyak adalah perpanjangan tenor sebanyak 68 persen dengan kelonggaran pembayaran pokok di awal,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, konsumen yang telah memperoleh relaksasi pembiayaan tersebut dapat memperbaiki kondisi keuangannya dan beradaptasi dengan kondisi new normal saat ini. Perusahaan juga telah mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digalakkan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan dan OJK.

“Hingga saat ini, perusahaan telah menyalurkan subsidi bunga dari pemerintah kepada lebih dari 69 ribu konsumen dengan nilai sebesar lebih dari Rp 67 miliar kepada konsumen BFI Finance yang memenuhi kriteria subsidi dari pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads