IHSG Sepekan Lalu Naik 1,16 Persen, Bagaimana Proyeksi Pekan Depan?

12/08/2018, 18:19 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Pergerakan IHSG pekan lalu (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan lalu mampu kembali melanjutkan kenaikannya seiring dengan adanya penguatan yang cukup signifikan di awal pekan.

Analis AAEI Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG mendapat sentimen positif dari rilis kenaikan pertumbuhan GDP yang di atas estimasi pelaku pasar dan dibarengi dengan penguatan Rupiah.

Meski demikian, penguatan yang terjadi tidak mampu bertahan lama bahkan hingga akhir pekan seiring adanya rilis penurunan cadangan devisa, melebarnya defisit neraca pembayaran, hingga imbas melemahnya sejumlah mata uang terhadap USD karena terpengaruh penurunan tajam dari mata uang Lira Turki.

Reza menurutkan, pergerakan IHSG di pekan depan diperkirakan akan menguat terbatas sepanjang pekan kemarin seiring dengan adanya sentimen negatif yang lebih dominan dibandingkan sentimen positif di awal pekan.

“Diperkirakan akan berada pada kisaran level support 6.023-6.038 dan resisten 6.118-6.129 dibandingkan pekan sebelumnya di level support 5.978-5.988 dan resisten 6.027-6.043,” ujarnya di Jakarta, Minggu (12/8).

Menurutnya, aksi jualpun diperkirakan akan kembali terjadi, terutama jika laju Rupiah tidak mampu bertahan positif seiring penguatan laju USD. Pergerakan IHSG pun akan berharap dari sentimen regional yang diharapkan dapat positif untuk mengimbangi potensi pelemahan yang terjadi.

“Jika tidak, tetap mewaspadai terhadap sentimen yang dapat membuat laju IHSG kembali melemah,” tandasnya.

Sebagai informasi, pergerakan IHSG di pekan kemarin naik 1,16 persen atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang naik 0,31 persen. Adapun high level yang diraih mencapai 6.117,29 di atas sebelumnya di 6.055,07 dan level terendah yang dicapai mencapai 6.059,99 dari sebelumnya 5.994,04.

Asing mencatatkan nett sell Rp 825,32 miliar dari pekan sebelumnya nett buy Rp 1,13 triliun. Mulai adanya aksi jual kian menambah nilai penjualan bersih investor asing sehingga masih tercatat jual bersih Rp 48,84 triliun di atas sebelumnya yang masih net sell Rp 48,02 triliun (YTD).

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi