JawaPos Radar

Menguatnya Dolar AS Sebabkan 7 Negara Rentan Krisis, Indonesia Masuk?

11/09/2018, 15:01 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Menguatnya Dolar AS Sebabkan 7 Negara Rentan Krisis, Indonesia Masuk?
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS (USD). (DOK. ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah kebijakan Pemerintah Amerika Serikat menyebabkan mata uang dolar AS (USD) menguat terhadap seluruh mata uang dunia, tak terkecuali Rupiah. Bahkan, penguatan dolar AS juga menyebabkan ekonomi di belahan dunia seperti Argentina dan Turki tumbang.

Nilai tukar Rupiah bahkan pekan lalu sudah menyentuh level psikologisnya di angka Rp15 ribu per USD. Nomura Holdings Inc mengeluarkan analisis terbaru mengenai negara-negara emerging market yang rentan terhadap krisis nilai tukar.

Nomura menyebut ada tujuh negara yang rentan terhadap krisis, diantaranya Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Pakistan, Mesir, Turki dan Ukraina.

Menguatnya Dolar AS Sebabkan 7 Negara Rentan Krisis, Indonesia Masuk?
Ilustrasi penukaran mata uang asing (DOK. ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)

Beruntungnya, Indonesia tidak termasuk ke dalam tujuh negara yang rentan krisis tersebut. “Lima dari tujuh (negara rentan krisis itu) sudah dalam krisis mata uang atau sudah dalam penanganan Dana Moneter Internasional (IMF), yang meninggalkan Afrika Selatan dan Pakistan sebagai yang menonjol,” tulis Nomura dilansir dari Bloomberg, Selasa (11/9).

Dalam riset yang menggunakan metode Democles itu Nomura menyebut bahwa hasil ini sangatlah penting sebab investor akan fokus pada risiko investasi di negara emerging market. Riset ini juga menuturkan daftar panjang negara-negara dengan tingkat risiko krisis terendah dan terbesar, dengan mengkaji berbagai faktor termasuk cadangan devisa, tingkat utang, suku bunga, dan penutupan impor.

Nomura holdings memperkirakan pengaruh krisis masih akan terasa hingga 12 bulan ke depan. "Hasil yang kami capai sangat menggembirakan, tetapi mengingat keterbatasan yang melekat pada sistem peringatan dini, akan sangat bodoh untuk membuat klaim berlebihan," kata mereka.

Namun begitu, Indonesia tak masuk ke dalam tujuh negara rentan krisis seperti yang diriset oleh Nomura. Sebaliknya, Indonesia disebut dalam delapan negara dengan risiko krisis terendah bersama Brasil, Bulgaria, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia dan Thailand.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up