alexametrics

Ternyata ini Alasan Fitch Pertahankan Peringkat Utang Indonesia di BBB

11 Agustus 2020, 20:56:41 WIB

JawaPos.com – Lembaga pemeringkat utang Fitch mempertahankan peringkat utang (rating) Indonesia pada posisi BBB, dengan outlook stable. Dalam laporannya, Fitch menyatakan bahwa stabilnya rating Indonesia didorong oleh prospek pertumbuhan jangka menengah yang baik dan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang rendah dibandingkan negara peers dengan kategori BBB.

Di sisi lain, Fitch beranggapan bahwa pemerintah Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal, meningkatkan pendapatan negara, mempercepat reformasi struktural, dan meningkatkan PDB per kapita.

“Fitch juga mengapresiasi pemerintah Indonesia karena telah menanggapi krisis dengan cepat dengan berbagai langkah bantuan untuk mendukung rumah tangga dan perusahaan, termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM),” bunyi keterangan tertulis Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (11/8).

Fitch juga menilai pemerintah telah mengambil beberapa tindakan sementara yang luar biasa. Misalnya, penangguhan tiga tahun dari plafon defisit 3 persen dari PDB dan pembiayaan bank sentral langsung pada defisit.

Kebijakan ini didukung kebijakan fiskal yang hati-hati dalam beberapa tahun terakhir sehingga menyebabkan Indonesia mempunyai ruang bagi langkah-langkah penyelesaian pandemi.

Seperti diketahui, dalam mendukung pemenuhan pembiayaan APBN, Bank Indonesia (BI) akan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana melalui lelang non-competitive. Selain itu juga melalui private placement instrument khusus yang diperuntukkan pembiayaan public goods.

Rancangan skema burden sharing dimana BI akan menanggung sebagian beban biaya dari tambahan penerbitan utang juga dianggap Fitch dapat menjawab kebutuhan belanja yang lebih tinggi. “Burden sharing ini akan membantu mengurangi biaya bunga langsung pemerintah, dan menurut Fitch tidak akan memberikan tekanan inflasi,” lanjut penjelasan Kemenkeu.

Fitch percaya bahwa sikap disiplin Indonesia atas kebijakan moneter dalam beberapa tahun terakhir memberikan keyakinan bahwa skema tersebut hanya akan bersifat temporer. Fitch melihat, skema tersebut juga lebih disebabkan karena keadaan pandemi yang tidak biasa.

Pemerintah terus melanjutkan upaya reformasi strukturalnya, meskipun dalam beberapa bulan terakhir fokus kebijakan berada pada krisis yang sedang dihadapi.

Berkaitan dengan RUU Omnibus Laws Cipta Kerja, Fitch memahami rancangan undang-undang berisi sejumlah amandemen peraturan yang berkaitan dengan lingkungan bisnis. RUU ini bertujuan untuk menyederhanakan kerangka peraturan, memudahkan pembebasan lahan, mengurangi jumlah item di daftar investasi negatif, dan memastikan fleksibilitas pasar tenaga kerja yang lebih besar.

“Reformasi tersebut berpotensi mengangkat pertumbuhan ekonomi dan Foreign Direct Investment (FDI) dalam jangka menengah, bergantung pada detail dan implementasinya,” demikian pandangan Fitch.

Kemenkeu mengklaim, langkah Fitch mempertahankan peringkat utang Indonesia pada posisi BBB dengan outlook stable menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19 selama ini sudah berada pada jalur yang tepat.

Kebijakan pemerintah yang tertuang dalam stimulus fiskal itu memiliki tiga tujuan. Pertama, meningkatkan pelayanan kesehatan dalam rangka menanggulangi wabah.

Kedua, memberikan bantuan kepada masyarakat kecil yang terdampak. Ketiga, meningkatkan ketahanan dunia usaha dalam menghadapi wabah Covid-19.

“Kebijakan ini diharapkan dapat menolong perekonomian Indonesia untuk mengantisipasi resesi, dan mengoptimalkan serta menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” tulis Kemenkeu.

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads