alexametrics

Perusahaan Pembiayaan Didorong Seriusi Kredit Produktif

10 Oktober 2019, 13:00:31 WIB

JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau perusahaan pembiayaan atau multifinance untuk lebih serius menggarap sektor produktif. Sebab, permintaan pembiayaan konsumtif menurun, sedangkan potensi sektor produktif terus meningkat. Namun, tentu saja mengalihkan fokus pasar bukan perkara mudah.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Bambang W. Budiawan mengatakan bahwa peluang pembiayaan pada sektor produktif masih besar. Khususnya Jawa Timur (Jatim). Sebab, banyak perekonomiannya yang ditopang sektor perdagangan, industri olahan, dan pertanian.

“Selain pembiayaan multiguna yang konsumtif, sektor produktif Jatim menonjol,” ujar Bambang.

Dia menyebut peralatan dan mesin sebagai barang modal yang bisa dibiayai multifinance. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, dari tiga jenis kategori pembiayaan, yang paling dominan adalah multiguna. Jenis itu masuk pembiayaan konsumtif dengan persentase sekitar 60 persen.

Sementara itu, Corporate Business Manager 7 PT BFI Finance Jatim Lily Listyani menyatakan bahwa pembiayaan produktif sebenarnya sudah berjalan baik. Misalnya, pembiayaan industri karung, velg mobil, dan plastik.

“Tapi, memang ada kendalanya. Terutama syarat pengalaman usaha yang kami patok dua tahun,” katanya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (res/c12/hep)



Close Ads