alexametrics

Rencana Stock Split BRPT Akan Tingkatkan Likuiditas di Pasar

10 Juli 2019, 20:07:12 WIB

JawaPos.com – Rencana PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melakukan aksi korporasi dengan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dalam waktu dekat disambut positif analis pasar modal.
Kepala Riset Narada Kapital Kiswoyo Adi Joe, menyambut baik rencana stock split yang akan dilakukan BRPT. Dia menyarankan, agar saham Barito makin terjangkau investor ritel, maka rasio pemecahan berkisar 1:4 atau 1:5.

“Kalau rasionya antara 1:4 atau 1:5, sudah bagus. Sehingga, bila sebelumnya harga BRPT sekitar Rp 3.200-3.400 per saham menjadi Rp 640- 800 per saham, tergantung rasio yang dipilih. Harapannya saham BRPT akan lebih likuid dan lebih banyak investor ritel yang akan menyerap. Karena harga saham lebih murah,” kata Kiswoyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/7).

Kiswoyo memaparkan, pemecahan nilai nominal saham juga akan membuat jumlah saham beredar perseroan meningkat dari posisi yang ada saat ini.

“Saya melihat strategi pemecahan nilai nominal saham yang dilakukan BRPT cukup bagus. Merujuk pada saat stocksplit 2017, harga saham BRPT saat ini sudah naik sekian persen. Dengan prospek bisnis yang bagus dalam jangka panjang, bukan tak mungkin harga sahamnya akan kembali meningkat,” tutur Kiswoyo.

Apalagi, kata Kiswoyo, BRPT memiliki anak usaha PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang sangat diuntungkan dengan turunnya harga minyak pada saat ini. Maka, akan menekan biaya bahan baku perseroan ketika melakukan produksi petrokimia.

Tak hanya itu, dia menegaskan, setelah BRPT mengakuisisi Star Energy (SE), dampaknya sangat besar bagi perusahaan, yakni mencapai sekitar 50 persen dari EBITDA Barito. Akuisisi terhadap sejumlah aset panas bumi Chevron yang dilakukan SE dinilai akan memberikan pendapatan yang stabil terhadap induk usaha.

Meski begitu, Kiswoyo meminta investor untuk memperhatikan berbagai tantangan bisnis yang dihadapi perseroan. Tingginya kebutuhan ekspansi group, peningkatan biaya produksi, dan penurunan margin penjualan, akan menjadi tantangan bagi manajemen BRPT pada tahun ini.

“Memang sangat tepat untuk investor yang ingin menjadikan BRPT sebagai sebagai long term portofolio, bukan untuk trading sesaat. Karena bisnisnya masih cukup bagus untuk jangka panjang. Ketika bisnis masih cukup bagus, maka prospek saham perseroan juga akan mengalami peningkatan ke depannya, setelah melakukan stock split,” pungkas dia.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads