JawaPos Radar

The Ducking Tunda Jual Saham di Pasar Modal, Apa Alasannya?

10/07/2018, 15:34 WIB | Editor: Saugi Riyandi
The Ducking Tunda Jual Saham di Pasar Modal, Apa Alasannya?
Restoran The Ducking tunda jual saham di pasar modal. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemilik restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk sepertinya akan menunda untuk melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Sebab, kondisi pasar modal Indonesia tengah bergejolak.

Awalnya, Jaya Bersama Indo menargetkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juni 2018. Sementara, proses penawaran awal (book building) sudah berlangsung pada 16-23 Mei 2018.

Managing Director Danareksa Sekuritas Boumediene Sihombing, selaku penjamin emisi mengungkapkan, selain The Duck King, ada dua lagi perusahaan kliennya yang memutuskan untuk menunda IPO di semester I-2018 yaitu PT Wika Realty Tbk dan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk

"Ada tiga, Wika Realty, Panca Budi sama The Duck King. Itu yang kita tunda jadi dari Semester I menjadi Semester II," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/7).

Meskipun demikian, pihaknya belum bisa memastikan waktu yang tepat untuk ketiganya bisa IPO. Sebab, ketiganya masih menunggu kondisi pasar saham kondusif.

"Tapi secara umum rencananya Semester II. Ya kita terus monitor perkembangan pasar," tuturnya.

Sebagai informasi, Jaya Bersama Indo rencananya akan melepas sebanyak-banyaknya 403,8 juta saham atau 30,40 persen modal saham yang ditempatkan. Saham itu ditawarkan dalam kisaran harga Rp 1.550-Rp 1.950 per lembar. Total dana yang akan diperoleh sekitar Rp 625,89 miliar hingga Rp 787,41 miliar.

Selain itu, Danareksa juga telah mendapatkan dua klien perusahaan anak BUMN yang hendak melakukan IPO di semester II-2018. Sehingga, total emiten baru yang akan dibawa Danareksi di Semester II-2018 sebanyak 5 emiten.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up