alexametrics

Hati-Hati Penipuan Berkedok Investasi, Cermati 5 Ciri-Ciri Ini

10 Maret 2019, 10:35:28 WIB

JawaPos.com – Penipuan berkedok investasi makin marak terjadi di lapisan masyarakat. Sasaran penipu kebanyakan adalah seorang wanita Ibu rumah tangga dalam bentuk arisan.

Perencana keuangan ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie berbagi tips agar dapat membedakan antara investasi legal dengan penipuan. Lima ciri-ciri ini pertanda tawaran investasi yang ilegal.

1. Ada proses rekrutmen anggota

Anda diwajibkan menyetor dana kepada orang yang merekrut Anda. Kedua, Anda pun punya kewajiban merekrut anggota baru yang pada akhirnya juga menyetorkan uang kepada Anda dan seterusnya.

Skema ini akan membentuk lapisan demi lapisan menjadi sebuah piramida. Namun, pada akhirnya, piramida ini akan hancur, setelah itu para anggota baru sadar terkena tipuan investasi semacam ini. Sekilas mirip bisnis multi-level marketing. Benar, karena bedanya tipis sekali.

2. Setoran digunakan untuk menutup pembayaran keuntungan

Salah satu skema tipuan berkedok investasi yang paling popular dan sederhana adalah skema Ponzi. Cara kerjanya, sebagian uang yang disetorkan investor digunakan untuk membayar bunga kepada investor lain. Sebagian lagi tentu untuk si promoter.

Bunga umumnya akan terus dibayarkan hingga 1 tahun sampai 2 tahun sehingga investor awal akan merasa bahwa investasinya aman. Dengan cara ini, investor akan tergiur menambah dana investasi sekaligus mengajak investor baru.

3. Jumlah anggota banyak

Seperti halnya arisan, skema penipuan ini juga memiliki anggota yang banyak. Namun, saking banyaknya anggota sehingga tidak saling kenal satu sama lainnya. Terkadang, bandar utama pun tidak dikenal sebelumnya oleh anggota.

4. Janji keuntungan sangat fantastis

Salah satu ciri khas dari investasi bodong semacam ini adalah selalu menawarkan  tingkat imbal hasil yang jauh lebih tinggi ketimbang investasi umum sejenis. Selain itu, kesuksesan berinvestasi dijanjikan mudah diperoleh tanpa risiko.

“Sudah setahun saya ikut, hasil yang dijanjikan juga terus dibayar,” begitu kata seorang teman yang ikut investasi semacam itu dan suatu ketika akhirnya menjadi korban.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Romys Binekasri

Copy Editor :

Hati-Hati Penipuan Berkedok Investasi, Cermati 5 Ciri-Ciri Ini