JawaPos Radar

Persyaratan Kredit Petani Direlaksasi, Capaian KUR Mandiri Terdongkrak

09/07/2018, 16:51 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Persyaratan Kredit Petani Direlaksasi, Capaian KUR Mandiri Terdongkrak
Bank Mandiri (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Hingga Juni 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 8,72 triliun dari target yang mencapai Rp 14,5 triliun pada 2018. Pejabat Eksekutif Bidang Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan penyaluran KUR tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan sekitar 15 persen dibanding tahun lalu. Pertengahan tahun kan biasanya dibawah 50 persen tapi di pertengahan tahun ini sudah 56,8 persen," katanya di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (9/7).

Sandra, sapaan akrabnya, mengaku jika inovasi produk dan relaksasi menjadi salah satu pendorong meningkatnya realisasi KUR. Salah satu relaksasi yang dilakukan Bank Mandiri adalah soal jangka waktu angsuran. Secara umum, kata Sandra, amortisasi kredit itu tidak boleh lebih dari 60 tahun. Tetapi khusus di sektor pertanian tidak dibatasi angsurannya.

"Sepanjang memang calon petani itu benar-benar masih sehat, masih bisa melakukan proses produksi, monitoring sawah dan lain-lain (dikasih)," jelas Sandra.

Sementara itu, dari sisi ketentuan jika secara umum persyaratan kredit harus ada surat nikah tetapi khusus untuk sektor pertanian surat nikah tidak dipersyaratkan lagi. Adanya relaksasi tersebut cukup berpengaruh terhadap penyaluran KUR di sektor pertanian.

"Sekitar 19 persen (penyaluran KUR dari sektor pertanian). Pertanian perkebunan sekitar 33 persen. Diharapkan adanya (program logistik tani) logtan, NPL (Non Performing Loan/kredit macet) satu persen itu bisa ditekan," tegasnya.

Sandra menyebut kecenderungan penyaluran KUR untuk sektor pertanian naik seiring adanya upaya-upaya dari kementerian bumn mensinergikan bank Himbara. Dengan bunga flat yang ditetapkan sebesar tujuh persen, BUMN pangan harus punya banyak berinovasi untuk mendorong kesejahteraan sektor pangan.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up