JawaPos Radar

Masih Berduka Pascagempa dan Tsunami Sulteng

Panitia Tak Sediakan Wine Bagi Peserta IMF-Bank Dunia

08/10/2018, 11:55 WIB | Editor: Ilham Safutra
Panitia Tak Sediakan Wine Bagi Peserta IMF-Bank Dunia
Kapal besar terangkat dari laut usai terbawa gelombang tsunami di Palu, Jumat (28/9) lalu. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Hari ini (8/10) peserta International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group di Nusa Dua, Kabupaten Badung mulai mengikuti rangkaian kegiatan. Kegiatannya berupa pertemuan bilateral antarnegara, organisasi, dan swasta. Acara tersebut akan berlangsung hingga Minggu (14/10). Sementara Pembukaan sekaligus dimulainya puncak acara dilaksanakan pada Jumat (12/10).

Rencananya Presiden Joko Widodo membuka acara tahunan tersebut. Pada hari itu, sejumlah tokoh dunia dijadwalkan hadir. Di antaranya, Managing Director IMF Christine Lagarde, President World Bank Group Jim Yong Kim, Sekjen PBB Antonio Guterres, Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve) Jerome Powell, filantropis Melinda Gates, dan bos Alibaba Jack Ma.

"Presiden akan membuka acara tanggal 12, dan dijadwalkan melakukan meeting bilateral tanggal 11. Jadi, tanggal 11 diharapkan presiden sudah sampai di Bali," ujar Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group Peter Jacobs kemarin (7/10).

Panitia Tak Sediakan Wine Bagi Peserta IMF-Bank Dunia
Ilustrasi: Indonesia masih berduka pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Untuk itu peserta IMF-Bank Dunia tak disuguhi wine oleh panitia. ()

Sejak kemarin, Pemprov Bali menerapkan sistem ganjil-genap di sejumlah jalan protokol di Badung. Aturan itu berlaku untuk jalan-jalan menuju arah Nusa Dua seperti Jalan Bypass Ngurah Rai, Jalan Raya Uluwatu, Jalan Kampus Universitas Udayana, Jalan Uluwatu II, dan Jalan Siligita.

Sistem ganjil-genap tersebut berlaku kemarin hingga Selasa pekan depan (16/10). Selain itu, Pemkab Badung juga meliburkan sekolah di Kecamatan Kuta Selatan, mulai hari ini hingga Jumat (12/10). Aturan itu diberlakukan untuk mengurangi kemacetan di sekitar area Nusa Dua.

Acara pertemuan tahunan IMF-World Bank Group itu diikuti sekitar 32.000 peserta. Mereka terdiri atas pejabat bank-bank sentral dan kementerian keuangan dari 189 negara, perwakilan dan organisasi dunia seperti PBB, Asian Development Bank (ADB), dan lain-lain. Pengusaha dan pelaku institusi keuangan dunia juga akan menghadiri acara tersebut. Peremuan tahunan itu akan diliput 1.200 awak media dari berbagai negara.

"Acara ini sangat besar karena kita akan membahas uncertainty (ketidakpastian) yang dirasakan secara global, dari isu perang dagang, kebijakan moneter, perubahan iklim dari ekonomi digital, dan lain-lain. So the world is coming to Indonesia dan kita akan melakukan showcase untuk meningkatkan pariwisata," lanjut Peter.

Untuk melancarkan acara, panitia mengerahkan ratusan volunter. Volunter berasal dari mahasiswa di Bali dan Lombok. Selain di Bali, panitia mengerahkan volunter di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka membuka booth khusus dan memberikan bantuan bagi para peserta pertemuan tahunan itu. Mereka juga memberikan jalur khusus untuk para peserta yang singgah di bandara agar bisa masuk ke gate menuju pesawat dengan lebih cepat.

Selain memulai beberapa meeting, hari ini juga akan dilakukan kegiatan amal untuk para korban gempa di Lombok. IMF akan memberikan bantuan senilai USD 75 ribu (sekitar Rp 1,13 miliar) yang akan diserahkan langsung oleh Christine Lagarde di Lombok.

Panitia juga akan menggelar kegiatan amal berupa pembagian kopi gratis kepada para peserta. Setiap peserta yang meminum kopi gratis, ada satu sumbangan senilai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu untuk didonasikan kepada korban gempa di Palu dan Lombok.

Menurut Peter, panitia telah mengubah konsep acara pertemuan tahunan tersebut untuk berempati kepada korban bencana. Panitia tidak akan mengusung acara berkonsep pesta, tapi akan mengusung konsep solidaritas. Panitia juga telah menghemat anggaran dengan menekan jumlah peserta acara resepsi penyambutan negara dari 6.000 orang menjadi 2.500 orang.

Sebelumnya, pemerintah menyediakan anggaran sekitar Rp 850 miliar untuk acara itu. Namun, dengan penghematan yang dilakukan, panitia berharap pengeluaran dapat ditekan. "Biasanya anggaran acara ini USD 50 juta sampai USD 60 juta di tahun-tahun sebelumnya. Ini kita enggak sampai USD 50 juta. Tenang saja, panitia tidak menyajikan wine," ujar Peter. 

(rin/c10/agm)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up