JawaPos Radar

Pasar Saham Kena Krisis, BEI Akan Tekan 'Tombol' Ini

08/09/2018, 16:30 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Pasar Saham Kena Krisis, BEI Akan Tekan 'Tombol' Ini
Bursa efek indonesia masih dalam kondisi alam (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Saat ini Indonesia mulai terasa dampak dari gejolak ekonomi global. Dimulai dari terdepresiasinya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga anjloknya pasar saham. Namun, saat ini kondisi tersebut sudah mulai membaik. Rupiah dan Indeks Harha Saham Gabungan (IHSG) pun sudah mulai bangkit perlahan.

Direktur Perdagangan dan Anggota PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widito Widodo telah menyiapkan tindakan khusus jika pasar saham ikut terguncang. Namun, saat ini tindakan tersebut dirasa belum perlu dilakukan.

Laksono menjelaskan, bersasarkan Surat Keputusan Direksi PT BEI nomor Kep-00366/BEI/05-2012, perdagangan saham bisa saja dihentikan jika IHSG mengalami penurunan lebih dari 10 persen. Maka BEI akan melakukan trading halt atau dihentikan selama 30 menit.

Lalu jika anjlok hingga 15 persen setelah trading halt dilakukan, maka diterapkan trading suspensi sampai akhir sesi perdagangan atau lebih dari 1 sesi perdagangan setelah mendapatkan persetujuan Bapepam-LK, sekarang berganti menjadi OJK.

"Jadi belum tentu kita pencet tombol protokol," ujarnya di gedung BEI Jakarta, seperti diberitakan Sabtu (8/9).

Selain itu, Laksono mengatakan lebih jauh, jika IHSG anjlok dalam sehari 5 persen, BEI bersama dengan OJK akan melakukan rapat koordinasi.

"Kalau kemarin 4, persen siap-siap meeting saja," imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, Protokol krisis yang akan dilakukan BEI juga berisi kebijakan lainnya, seperti diperbolehkannya emiten melakukan buy back atau pembelian kembali saham untuk meningkatkan harga tanpa harus melakukan RUPS.

Kemudian, pihaknya juga bisa menerapkan kebijakan autoreject asimetris yakni batas pergerakan saham atas dan bawah akan sama. Saat ini masih BEI masih menerapkan auto reject simetris yang mana batas penghentian berbeda.

"Pola saat ini masih ok," tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up