Wujud Kecintaan Pada Rupiah, Sandi Ajak Presiden Jokowi Tukarkan Dolar

07/09/2018, 09:53 WIB | Editor: Ilham Safutra
Cawapres Sandiaga Uno didampingi Sudirman Said ketika mendatangi Kantor KPK beberapa waktu lalu. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Di tengah nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS, calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno membuat terobosan cukup mengejutkan. Dia menukarkan 40 persen aset dolar milik perusahaannya yang jumlahnya mencapai 40 persen. Dia berharap langkahnya itu bisa diikuti Presiden Joko Widodo bersama jajaran pemerintah lainnya.

Secara simbolis, Sandi menukarkan USD 1.000 miliknya dengan rupiah di kawasan Plaza Senayan, Jakarta. Dengan mengenakan kaus biru berlogo Sandi Uno, dia membawa beberapa lembar dolar AS sebagai bukti bahwa dirinya menjalankan niatnya untuk mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

"Saya menukarkan hampir 40 persen dari holding saya. Bisa cek LHKPN. Saya nggak mau riya nominalnya berapa. Sekarang total holding saya itu sudah 95 persen," kata Sandi kepada wartawan tanpa mau memerinci jumlah dolar yang telah dia tukarkan.

Ilustrasi: Sandiaga Uno ajak Presiden Jokowi dan jajarannya untuk menukarkan dolar. (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

Menurut Sandi, yang dilakukannya adalah bentuk dukungan kepada negara. Dia tidak mempermasalahkan apabila hal itu dianggap sebagai bentuk pencitraan. Yang lebih penting bagi dia, upaya tersebut bisa memperkuat perekonomian jika dilakukan secara masif oleh banyak pihak. "Jangan sampai gejolak dolar berujung pemutusan hubungan kerja atau PHK sehingga lapangan kerja semakin sulit untuk masyarakat menengah ke bawah," ujar pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 itu.

Secara khusus Sandi mengajak Presiden Jokowi bersama jajaran serta kelompok masyarakat untuk ramai-ramai menukarkan dolar masing-masing. Aksi itu sekaligus wujud kecintaan kepada rupiah. "Mulai dari Presiden Jokowi, pengusaha, emak-emak, milenial, politisi, kalau habis keluar negeri, kan ada sisa dolar. Yuk kita gunakan masif gerakan ini," ujar mantan wakil gubernur DKI tersebut.

Menurut Sandiaga, siapa pun tidak perlu takut untuk menukarkan dolarnya. Justru langkah semacam itu mampu menumbuhkan kepercayaan terhadap mata uang sendiri. Hal semacam itu bisa dimulai apabila diawali para pemimpin. "Misalnya, tunda dulu keluar negeri, biayanya mahal. Tunda juga beli barang-barang branded luar negeri," ucap dia. 

(bay/c11/fat)

Berita Terkait

Rekomendasi