JawaPos Radar

Trump Panen Kecaman, Gara-gara Berencana Kerek Tarif Impor Tiongkok

07/09/2018, 12:02 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Trump Panen Kecaman, Gara-gara Berencana Kerek Tarif Impor Tiongkok
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (USAToday)
Share this

JawaPos.com - Beberapa perusahaan teknologi dan retail terkemuka Amerika Serikat mendesak Presiden Donald Trump di detik-detik akhir rencana pengenaan tarif impor yang bernilai USD 200 miliar kepada Tiongkok. Hingga Kamis (6/9), masyarakat AS terus mengomentari rencana pemerintah yang bakal mengenakan tarif impor mulai dari sepeda hingga sarung tangan baseball.

Sayangnya, dalam wawancara dengan Bloomberg News minggu lalu, Trump belum menunjukkan tanda-tanda bakal melunak. Ia tetap bersikukuh jika negeri tirai bambu sudah sekian lama mengambil keuntungan dari Amerika Serikat dalam beberapa dekade.

“Sudah waktunya berhenti. Kami tidak bisa membiarkan ini terjadi, ”kata Trump, dilansir Jawapos.com dari Bloomberg, Jumat (7/9).

Wakil Presiden Eksekutif untuk kebijakan di Dewan Teknologi Industri Informasi, Josh Kallmer mengatakan pemerintah semakin sulit untuk melakukan apa yang membuat konsumen terhindar dari bahaya. 

Sebelumnya, Cisco Systems Inc, Hewlett-Packard Enterprise Co dan perusahaan teknologi lainnya mengirim surat kepada Perwakilan Perdagangan AS, Robert Lighthizer. Intinya  mereka mendesak pemerintah untuk tidak memberlakukan tarif lebih banyak. 

Perusahaan mengatakan untuk meningkatkan peralatan jaringan telekomunikasi, administrasi maka perlu meningkatkan biaya untuk mengakses internet. Hal itu dapat memperlambat peluncuran teknologi nirkabel generasi mendatang.

Selain itu Produsen dan perusahaan kecil dan menengah, khususnya, tidak dapat dengan cepat menyesuaikan jika pengenaan tarif ditambah dan tarif yang dikenakan sejauh ini belum mengarah ke konsesi yang berarti.

“Pemerintah harus menghentikan tindakan tarif lebih lanjut dan memberikan kesempatan lain pada pembicaraan untuk kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok,” kata Koalisi Federasi Retail Nasional.

Sementara itu, Tiongkok pun akan dipaksa membalas AS apabila tetap nekat memberlakukan tarif tambahan. Dalam hal ini Tiongkok mengancam akan membalas dengan pengenaan bea masuk hingga USD 60 miliar untuk produk-produk Amerika.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up