alexametrics

Tol Berlakukan Nontunai, BI Klaim Permintaan Uang Receh Berkurang

6 Januari 2018, 04:30:56 WIB

JawaPos.com – Sejak 31 Oktober 2017 lalu pemerintah telah menetapkan penggunaan uang elektronik atau e-money khususnya dalam bertransaksi di jalan tol. Hingga Januari ini, program tersebut diklaim telah sukses diterapkan 100 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Suhaedi mengatakan, kebijakan itu juga berdampak pada permintaan uang receh.

“Terkait penggunaan kartu, untuk nominal uang kertas itu jumlahnya bahkan meningkat, tapi penggunaan kartu itu mengurangi permintaan uang logam,” ujarnya kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (5/1).

Tol Berlakukan Nontunai, BI Klaim Permintaan Uang Receh Berkurang
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

Disebutkan, DKI Jakarta dan seluruh Pulau Jawa menjadi daerah yang memberi kontribusi dalam mengurangi permintaan uang receh. Hal itu disebabkan karena transaksi nontunai lebih banyak terjadi di wilayah tersebut.

“Itu terjadi penurunan besar terutama di wilayah DKI dan Jawa yang sudah banyak nontunai,” sambungnya.

Dia berharap, kesuksesan transaksi nontunai akan terus memberi manfaat dalam kemudahan lainnya. “Ini hal positif, mudah-mudahan bisa tetap berjalan baik,” tandasnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/hap/JPC)



Close Ads
Tol Berlakukan Nontunai, BI Klaim Permintaan Uang Receh Berkurang