IHSG Paling Parah Se-Asia, Ditutup Anjlok 3,7 Persen

05/09/2018, 17:30 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Pasar saham Indonesia hari ini ditutup anjlok di tengah pelemahan Rupiah dan gejolak ekonomi global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 3,7 persen atau 221,8 poin.

Sementara Indeks LQ45 turun 41,1 poin atau 4,41 persen menjadi 890,54, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 29,9 poin atau 4,65 persen ke 612,56, dan indeks IDX30 turun 22,4 poin atau 4,40 persen ke 486,31.

Adapun sepanjang perdagangan hari ini, ada 32 saham menguat, 411 saham melemah, dan 52 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 8,4 triliun dari 10,4 miliar saham diperdagangkan.

Seluruh sektor penggerak IHSG bergerak melemah, dengan sektor consumer memimpin pelemahan 4,17 persen.

Pasar saham Indonesia mengalami pelemahan paling parah se-Asia, dimana indeks Nikkei melemah 0,51 persen, Shanghai Composite Indeks turun 1,68 persen, Strait Times Indeks melemah 1,69 persen, dan Hang Seng Indeks melemah 2,61 persen.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Majapahit Inti Corpora Tbk (AKSI) naik Rp 165 atau 24,4 persen ke Rp 840, sahEnseval Putra Megatrading Tbk (EPMT) naik Rp 160 atau 8,4 persen ke Rp 2.060 dan saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) naik Rp 210 atau 7,3 persen ke Rp 2.050.

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun Rp 300 atau 8,6 persen ke Rp 3.190, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) turun Rp 260 atau 8,47 persen ke Rp 2.810, dan saham PT Sentul City Tbk (BKSL) turun Rp 9 atau 7,89 persen ke Rp105.

 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi